Loading...

Drama Kolosal “Tragedi Berdarah Di Kali Kepet“ Ramaikan Puncak Peringatan HUT Ke-72 TNI

Loading...



Tuban  | TRIBUNUS.CO.ID -
 Pagi hari, tepatnya di bulan Desember 1948 silam,dalam ketenteraman warga Tuban yang tengah menikmati kemerdekaan mendadak panik akibat serbuan tentara Belanda yang mendarat di pantai Glondonggede, Kecamatan Tambak Boyo, Tuban. Serangan tentara Belanda secara mendadak yang terkenal dengan agresi militer belanda kedua ini membuat rakyat Tuban berlarian. Mereka yang tertangkap langsung dihajar dan disiksa oleh serdadu belanda secara brutal.
Beruntung ditengah suasana yang mencekam ini, sejumlah warga yang bersembunyi dan berniat melarikan diri dari kejaran serdadu Belanda, akhirnya bertemu dengan sekelompok pejuang dan tentara keamanan rakyat (TKR) pimpinan Sersan Mustajab. Atas petunjuk Sersan Mustajab inilah, warga Tuban akhirnya bersatu padu merancang serbuan balasan demi mengusir para penjajah yang hendak menguasai bumi pertiwi.

Dengan semangat kemerdekaan, penyerbuan secara gerilyapun dilancarkan, targetnya adalah pos pendaratan dan penjagaan lalu lintas utama para serdadu Belanda di kawasan sekitar Jembatan Kepet, Kecamatan Semanding, Tuban. Penyerbuan dengan senjata seadanya berlangsung pada dini hari, tanggal 9 Desember 1948. Puluhan tentara Belanda yang masih tertidur lelap diserang dari segala arah oleh warga bersama para pejuang tentara keamanan rakyat pimpinan Sersan Mustajab.
Hasilnya, hampir seluruh tentara belanda yang berada di pos penjagaan terbunuh dan berhasil ditangkap para pejuang. Tidak hanya itu, pos dan gudang logistik yang sempat dibangun Belanda juga berhasil dihancurkan dan dibakar para pejuang. Semangat kemerdekaan dan cinta tanah air yang ditunjukkan para warga dan pejuang kita ini, akhirnya berhasil mengusir para penjajah Belanda untuk meninggallkan bumi wali Tuban.
Pertunjukkan drama kolosal binaan Kodim 0811/Tuban dengan Judul “Tragedi Berdarah Di Kali Kepet” ini, diperankan oleh siswa siswi SMKN 1 Tuban, dalam rangka menumbuhkan semangat cinta tanah air, tepat, dihari ulang tahun (HUT) ke 72 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Tampak jajaran forum pimpinan daerah (Forpimda) menyaksikan pertunjukkan ini, selain itu juga ratusan warga juga turut memadati lapangan upacara Kompi C Yonmek 521/DY Tuban untuk menyaksikan.Selain drama kolosal, puncak HUT ke 72 TNI, juga dilakukan upacara bendera yang dipimpin langsung Dandim 0811 Tuban, Sarwo Supriyo