Ringkasan Hasil FGD

1. Kondisi Pelayaran Rakyat secara umum dan di Jawa Timur bagai hidup segan mati tak mau.
Perannya yang penting dalam perdagangan antar pulau di Indonesia dan di Jawa Timur mengalami degradasi di tengah gempita program Tol Laut untuk mengurangi inefisiensi logistik nasional.

2. Kontainerisasi dan perkembangan IT telah mengubah pasar angkutan laut antar-pulau, sementara industri pelayaran rakyat lamban menyikapi perubahan-perubahan ini. Salah satu opsi pengembangan pelayaran rakyat adalah untuk mendukung sektor pariwisata sebagai sektor yang tumbuh pesat dengan kontribusi ekonomi dan lapangan kerja yang makin besar.

3. Armada pelayaran rakyat yang mengandalkan kapal kayu tradisional diragukan keselamatannya karena tidak memperoleh jaminan oleh lembaga klasifikasi. Industri asuransi juga enggan menjamin angkutan laut dengan menggunakan pelayaran rakyat.

4. Provinsi Jatim memperoleh keuntungan mencapai Rp. 100T melalui perdagangan antar pulau. Namun porsi jasa angkutan laut oleh pelayaran rakyat masih perlu ditingkatkan. Sistem Informasi Perdagangan Antar Pulau (SIPAP) yang dikembangkan Pemprov Jatim perlu melibatkan peran Pelayaran Rakyat lebih banyak.

5. Industri Kapal Rakyat yang menyediakan kapal2 rakyat juga memerlukan modernisasi agar produk-produknya memenuhi standard keamanan dan keselamatan. Hambatan2 perijinan pada industri galangan kapal perlu segera dicarikan solusinya.

6. Pemprov Jatim semakin menyadari kepentingan maritimnya seiring dengan keberhasilannya dalam perdagangan antara Jatim dengan daerah-daerah lain di Indonesia.  Pemprov Jatim juga telah menyiapkan langkah aksi untuk memodernisasi industri kapal rakyat serta meningkatkan peran Pelayaran Rakyat dengan menyediakan fasilitas docking bagi armada pelayaran rakyat.

7. Kantor Menkomar memberi apresiasi atas langkah2 Pemprov Jatim dalam mensukseskan program kemaritiman Pemerintah saat ini. Jatim telah memiliki Perda Tata Ruang dan Zonasi Kawasan Pesisir dan Pergub Rencana Aksi Kelautan dan Perikanan Jatim yang memberi arahan maritim dalam pembangunan Jatim ke depan.

Gresik, 3 November 2017
Daniel Mohammad Rosyid

Penulis : NOOR SALIM
                  adm bisnis
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.