loading...

KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Teriakan hiteris para siswa siswi bersahut-sahutan di ruang kelas MAN 4 Kediri Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur Selasa pagi (27/2/2018) Karena di ruangan tersebut sedang berlangsung imunisasi vaksin anti penyakit difteri yang dilakukan Dinas Kesehatan Puskesmas Badas.

Sebanyak 1054 siswa siswi yang akan disuntik vaksin antri menunggu giliran ,dari ruang kelas lantai satu hingga lantai tiga.namun saat mendapatkan jatah giliran ,terlihat sebagian siswa siswi dimasing masing ruang kelas mereka ketakutan bahkan menangis histeris saat petugas sedang memegang lengannya.

Ada beberapa siswa yang pingsang saking takutnya dengan jarum suntik,Salah satu siswa terkulai lemas di kursi sesaat setelah jarum suntik menusuk lengannya. Matanya terpejam. Sontak saja,  petugas Puskesmas  dengan dibantu beberapa personil TNI dari Koramil Pare membopong siswa tersebut ke Unit Kesehatan Siswa (UKS).

Sesampainya di ruangan UKS ia direbahkan di ranjang dan diberi teh manis hangat. Belasan rekannya mengerumuninya. Selang beberapa menit, ia kembali segar, dan mulai bisa diajak bicara.

Beberapa siswi yang sudah selesai disuntik vaksin anti difteri, terlihat mengusap-usap lengannya saat keluar dari ruang kelas masing masing, para siswa diberikan kartu kuning yang disediakan oleh tim medis dan tim PMR dari MAN 4 Kediri,sebagai tanda usai diimunisasi difteri , pada ibu jari tangan siswa diberi tinta.

Di antara mereka kapok disuntik."Kapok, kapok. Ga mau lagi disuntik," ujar salah seorang siswi setengah berlari. Matanya terlihat basah dan memerah. Berbagai cara yang dilakukan petugas tim medis dan TNI untuk mengalihkan siswa dari rasa sakit sesaat itu. Ada yang mendekapkan tubuhnya ke tubuh petugas ada pula yang pasrah sambil menguat nguatkan menahan sakit.

Team petugas promosion Puskesmas Badas Ahmad Fauzi mengatakan dirinya punya cara jitu agar para siswa tidak takut disuntik cairan difteri. "Kita ajak bicara, supaya mereka tidak fokus ke suntikan," kata Fauzi.

Menurut Fauzi, Proses suntikan hanya memakan waktu sepuluh detik. “Sebagian siswa kooperarif ketika menjalani proses suntikan,” ujarnya.

Kepala Sekolah MAN 4 Kediri Drs Hary Wiyanto bersyukur 1054  siswa didiknya berkesempatan untuk mendapatakan imunisasi. " Mudah-mudahan anak didik kami hari mulai terhindar dari penyakit yang disebabkan virus Difteri "kata Hary “Orang tua siswa juga mendukung imunisasi ini,” ujarnya.

Sementara Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Badas Dr Henny mengatakan hari ini di MAN 4 Kediri merupakan puncak terakhir tahap pertama Imunisasi vaksin difteri yang diikuti seluruh siswa siswi kelas 10 hingga kelas 12 yang berjumlah 1054 siswa. untuk itu kami bersama 22 petugas karena jumlah siswa yang cukup banyak. Sebelumnya kami telah melaksanakan Imunisasi vaksin difteri di seluruh lembaga pendidikan mulai tingkat TK/Play Group ,MI/SD, MTs/SMP, SMA/MA yang ada di wilayah Kecamatan Badas.

Kegiatan Imunisasi vaksin difteri yang berlangsung di MAN 4 Kediri berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh Camat Badas bapak Sumarlan SH ,MSi bersama Ketua PKK Kecamatan Badas Ibu Patwa Delsia, Kepala Desa Krecek bapak Krisbanu, lima anggota TNI dari Koramil 0809/11 Pare ,Bhabinktibmas Desa Krecek dan 22 petugas Puskesmas Badas.   (Harry)
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar