loading...
MAGELANG -  Mengawali pembekalannya di hadapan 1.786 Taruna-Taruni Akademi TNI dan siswa Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier (Dikmapa PK) TNI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tidak bisa menutupi kenangannya sekitar 38 tahun silam saat berada di basis Akademi Militer Magelang. Marsekal Hadi adalah alumni Akademi Angkatan Udara tahun 1986.

Pembekalan diberikan setelah makan siang di Gedung Lily Rochli Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/3/2018).

Foto oleh Benny Andrian

Seperti tahu apa yang dirasakan para taruna, Hadi mengatakan rasanya ketika harus duduk atas pukul 12 siang di ruangan seperti saat itu usai makan siang. "Tentu susah menahan rasa kantuk, ya," ujar Panglima TNI sambil senyum.

Panglima TNI menyampaikan pembekalannya kepada 730 Taruna Akmil, 150 Taruna AAL, 201 Taruna AAU, 270 siswa Dikmapa PK TNI serta 439 Taruna-Taruni Tingkat 1 Akademi TNI.

Sebelum memberikan pembekaan kepada taruna, Panglima TNI meninjau fasilitas pengolahan air bersih di lingkungan Akmil yang sudah computerized. Hadi meminta model pengelolaan air ini bisa dijadikan model di AAL dan AAU.

"Saya dulu juga seperti kalian, harus ngantri makan sambil ngacungin tangan, yang kita pikirkan hanya makan saja, makan dan ngantuk," aku Hadi kepada para taruna yang merupakan calon pemimpin TNI di masa datang.

Berbicara layaknya seorang bapak kepada anaknya, Hadi pun mengatakan bahwa para taruna adalah kebanggaan orang tua mereka, karena bisa mengikuti pendidikan di lembaga yang prestisus dan bergengsi yaitu akademi militer.

Tak lupa Hadi mengingatkan bahwa sebentar lagi para taruna Akademi TNI Tingkat 4 akan melaksanakan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) di Banten pada April mendatang. Sementara Kopral Taruna pada bulan ini akan melaksanakan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman selama empat hari.

"Semoga kalian semua bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Untuk Tingkat 4, selesai Sitarda, persiapkan diri untuk dilantik di Istana sebagai perwira berpangkat letnan dua," kata Panglima TNI.


Panglima TNI menuliskan pesan singkat di buku tamu Akmil. Foto: beny adrian
Lagi-lagi Hadi mengenang masa-masa tarunanya. Dijelaskan Hadi, bahwa seiring dilantiknya para senior taruna, maka taruna Tingkat 3 pun akan melanjutkan tongkat estafet untuk menjadi taruna Tingkat 4.

"Seperti saya dulu, saya juga menerima estafet dari senior dan bahkan dipercaya sebagai Komandan Resimen Korps Taruna. Rasanya gagah sekali," kenang Marseka Hadi.

Sebagai calon pemimpin TNI di masa datang, Panglima TNI menekankan kepada Taruna dan Taruni untuk terus membangun karakter yang kuat dan memegang teguh komitmen untuk menjadi yang terbaik.

Panglima TNI mengatakan bahwa komitmen adalah kekuatan yang senantiasa membakar semangat, apapun cobaan yang dihadapi, baik tekanan fisik maupun mental. Seseorang yang memiliki komitmen tidak akan mengalihkan pandangannya dari tujuan yang ingin dicapai.

“Bagi prajurit, komitmen itu artinya maju terus pantang mundur untuk bertempur meskipun harus melalui medan berat, terluka bahkan nyawa sekalipun taruhannya,” ucap Marsekal Hadi. Komitmen dapat diuji dari tindakan dan perbuatan untuk mencapai hasil yang terbaik.

“Komitmen adalah janji serius untuk terus maju dan terus bangkit walaupun beberapa kali harus jatuh dan bangun. Jika ingin mencapai sesuatu yang lebih baik, sejak dini harus terus membangun komitmen,” lanjut Panglima.

Marsekal Hadi menceritakan pengalaman hidupnya yang penuh tekad dan komiten untuk bisa "jadi" orang. Lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana dengan lima orang adik, Hadi telah melalui rintangan hidup jatuh bangun yang merupakan bagian dari pembentukan karakter dan komitmen.

Panglima TNI mengingatkan kepada para Taruna dan Taruni serta Siswa Dikmapa PK harus yakin dengan pelajaran yang diberikan pelatih dan dosen, sebagai modal dasar yang sangat berharga dalam membangun karakter dan komitmen dalam rangka menjalankan tugas di lapangan.

Panglima TNI juga meminta para Taruna, Taruni dan Siswa Dikmapa PK TNI agar tidak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan semangat kompetensi.

“Orang yang mempunyai kompetensi tinggi selalu menempuh jarak ekstra dan tidak pernah merasa cukup hanya dengan melaksanakan tugas konvensional, tetapi terus mencari tugas-tugas ekstra,”tutur Hadi.

Mengakhiri pengarahannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menekankan bahwa yang paling penting dalam pelaksanaan tugas di medan pengabdian adalah disiplin dan kemampuan menaklukan diri sendiri.

“Tidak seorangpun dapat mencapai dan mempertahankan sukses tanpa disiplin diri. Sebesar apapun bakat yang dimiliki seseorang takkan pernah mencapai potensi maksimal, jika tidak dilandasi disiplin,” tandasnya.

Selain menanamkan nilai-nilai positif kepada para taruna dan taruni, Hadi juga membeberkan kondisi global yang tengah dan akan terjadi di masa mendatang. Ancaman-ancaman terkait siber, ancaman biologi, dan ancaman kesenjangan, akan menjadi tantangan yang akan terus membayangi perkembangan dunia.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI mengingatkan para taruna dan taruni untuk selalu bijak dalam menggunakan sosial media. Karena saat ini media sosial dan teknologi informasi sudah digunakan secara massif di hampir seluruh aspek kehidupan manusia.

Memberikan contoh terbaik, Panglima TNI menyampaikan tekad kuat Jenderal Sudirman yang memilih berjuang bersama rakyat meskipun ia didera sakit keras. Dari sosok Jenderal Sudirman ini, Hadi ingin mengatakan bahwa disiplin diri yang kuat akan membawa seseorang mencapai cita-cita tertinggi.

Nilai-nilai perjuangan itulah yang terus dipertahankan TNI melalui dalam kegiatan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman yang akan dilaksanakan taruna-taruni Tingkat 1.

"Dengan menghayati perjuangan Jenderal Sudirman, kalian akan memiliki karakter yang kuat, berdisiplin tinggi, dan punya komitmen tinggi," jelas Panglima TNI.

Jadilah perwira terbaik, karena perwira itu adalah karakter, perwira itu adalah komitmen.



Teks: beny adrian/url:https://mylesat.com/2018/03/20/berbicara-di-hadapan-1-786-taruna-panglima-tni-tegaskan-pentingnya-karakter-dan-komitmen/
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar