loading...


BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Jika setiap tahun produksi padi kabupaten Banyuasin terus mengalami peningkatan mala di tahun 2017 produksi padi banyuasin mengalami penurunan bahkan mencapai 150 ribu ton gabah kering hal ini diyakini dampak dari kurat-maritnya sistem birokrasi di dinas Pertanian (distan) Kabupaten Banyuasin Sum-Sel tersebut,

Masala tersebut di kabarkan dalam gurun waktu yang relatif singkat Distan Banyuasin suda empat (4) kali gonta-ganti pimpinan alias Kepala Dinas dua diantaranya mengundurkan diri menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten, (Pemkab) Banyuasin dengan alasan yang tidak masuk akal,  Ir. H. Syamsul Bakhri,dan Ir.Syuhada Adjis Umar.ungkap salah satu tokoh masyarakat banyuasin Gulu Udin,kemaren  Rabu (03/04)

Menambah kan lagi, yang saat ini menjabat Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala dinas Pertanian (Kadistan) Banyuasin, Ir. Babul Ibrahim. ini saja dalam satu tahun terahir ini suda dua kali menjabat Plt Kadistan Kabupaten Banyuasin karna mengisi kekosongan Kadistan banyuasin

Suatu pertanyaan yang besar bagi kita Masyarakat Banyuasin, Pertanian Kabupaten, Banyuasin yang katanya dulu jumlah produksi padi yang terus meningkat setiap tahunnya bahkan mencapai 1 juta 458 ribu ton gabah kering di tahun 2016 saya rasa hasil produk padi yang mencapai 1,458 Juta Ton ini harus di Evalusi Ulang dalam hal ini Pemkab Banyuasin dan Bulog Sumbagsel,  Apakah memang betul betul benar,pungkasnya".

Baca di bagian ini :Praperadilan Terdakwa Kasus Korupsi Gapoktan Ditolak

Dengan adanya penurunan 150.000 ton tersebut Hasil produk padi Kabupaten Banyuasin menjadi 1 juta 305 ribu ton gabah Menurut Herawan Kabid Tanaman pangan dinas pertanian banyuasin jika penurunan akibat kemarau panjang di tahun 2017 sehingga mempengaruhi produksi padi di kabupaten banyuasin,

Baca juga di bagian ini:Distan Banyuasin Dinilai Tak Bekerja Sesuai Dengan Tupoksi


Lebih lanjut Herawan menerangkan jika luas lahan pertanian banyuasin hingga kini mencapai 202 ribu hektar lahan.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Banyuasin Sukardi menilai jika penurunan dapat terjadi lantaran permasalahan sarana produksi pertanian atau saprodi seperti bibit dan pupuk yang sering terlambat didapatkan para petani.

Lebih lanjut sukardi juga meminta pemkab banyuasin fokus dalam menanggani persoalan pasca panen/ diantaranya dengan mendirikan BUMD yang fokus menanggani pasca panen petani".(vltp/rn)
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar