BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID -Miras Oplosan yang mematikan bagaikan Bom Nuklir ke Dahsyattannya dalam hitungan detik,menit merenggut nyawa penegaknya Tercata kemaren 15/04 di Bandung sebanyak 307 Pasien yang di rawar, terakhir korban miras di RSUD Cicalengka mencapai 247 pasien, di RSUD Majalaya sebanyak 32 dan di RS AMC masih 30 orang totalnya mencapai 307 orang. Korban tewas 44 orang,"kemarin senin (17/04).


Mencermati Kondisi saat ini sebagai Langka Preventif Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIk. melalui satuan reserse narkoba Polres Banyuasin, lakukan razia miras di berbagai titik yang di nilai perlu.


Sala satunya di Kota Kabupaten Banyuasin ia itu Pangkalan balai. Giat dipimpin langsung kasat narkoba polres Banyuasin AKP Liswan Nurhapis,SH. seluruh anggota sat narkoba polres banyuasin langsung bergerak ke sejumlah warung-warung di Pangkalan Balai yang diindikasi menjual miras oplosan. Senin, (16/04/2018) kemarin



"Miras oplosan ini sangat meresahkan. Kami menghimbau untuk para penjual, tidak mengambil resiko. Niat untung besar, malah membahayakan nyawa si pembeli" ujar Kasat Narkoba Polres Banyuasin.



Tak pulang dengan tangan kosong, sat narkoba polres Banyuasin berhasil mengamankan 64 botol anggur merah, 6 botol nyiupot, 2 botol mension, dan 6 botol vodka ke Polres Banyuasin untuk nantinya dilakukan pemusnahan.



"Kasus miras oplosan yang kini menjadi perhatian khalayak umum sebetulnya bukan lagi kasus baru. Ini merupakan kejahatan lama yang terus berkembang di masyarakat. Untuk memberantasnya, perlu dilakukan razia rutin pada tempat tempat yang terindikasi menjual miras oplosan" tambah Bripda David yang ikut mengamankan miras dalam razia kemarin razia miras oplosan tersebut berlangsung sejak pukul 09:00 Wib hingga pukul 17:20 Wib dan berjalan lancar tanpa hambatan. (rn)

Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.