BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID- Potret kemiskinan Masyarakat Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang sangat menyedihkan dialami warga RT 17 RW 03 Kelurahan Sukamoro Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin Sum-Sel.


Sepasang suami istri lanjut usia (Lansia) yang tak memiliki siapa siapa anak pun takpunya keluarga pun entah dimana, harus mengisi masa tuanya di gubuk bilik tak jaubeda seperti kandangg ayam.


Meski telah lama tinggal dalam tempat yang tak nyaman dan sangat tidak layak, namun kondisi pasangan lansia tersebut seolah luput dari perhatian pemerintah khususnya pemerintah Daerah Kabupaten Banyuasin.


Sepasang lansia itu, kakek Abdulah (74) dan nenek Rohani (54).


Nenek Rohani mengisahkan, sejak 20 tahun silam kedua pasangan ini hidup di pondok tidak layak huni ini.


Ketika panas menyengat dan dingin menusuk tulang saat hujan, keduanya tak punya pilihan lain selain menempati gubuk reot. Rohani yang bekerja serabutan, sementara Abdullah tidak bisa bekerja karena mengalami kebutaan meski terbata bata namun tidak ada pilihan selain terus tegar melewati hari massa tuah mereka.


Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja, mereka terkadang harus mengharap belas,kasi dari tetangga mau berhutang ke warung suda sangat malu takut tidak di kasi karna hutang lama masi ada..??


“Dak pernah dapat program bantuan, kami ni wong susah, makan be kadang dak terbeli beras, terpakso minum banyu tajen” ungkap Rohana.


Pasutri tersebut berharap pemerintah Kabupaten Banyuasin mau membantu memasukan keluarganya dalam program peningkatan kesejahteraan.


Pasangan Pak Abdullah dan Ibuk Rohani ini adalah segelintir potret kemiskinan di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Masi banyak lagi Lansia-Lensia dan Pak Abdullah dan ibuk Rohani yang lain yang sama sekali tidak mendapat perhatian pemerintah".(clsl/roni)

Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.
Hasil gambar untuk banner gif 120 x 600
Hasil gambar untuk banner gif 120 x 800