loading...
Bambang Widianto dalam tulisannya yang diunggah di Kaskus.co.id menyebutkan bahwa 3 tahun lalu saya  (Bambang) pernah ngobrol santai dengan Letkol TNI (Purn) Petrus Sunyoto, Kopassus yang pernah meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai Prajurit Terberani TNI.

"Di dinding kantornya banyak piagam-piagam penghargaan khususnya yang berkaitan dengan pelatihan anti teror di berbagai negara. Bahkan ada piagam untuk beliau dari Green Baret USA sebagai instruktur strategi perang gerilya." tulis Bambang


Melihat piagam-piagam yang banyak itu membuat Bambang  terkagum2 kepada perwira Kopasus tersebut. Piagam2 itu juga mengusik pikiran Bambang untuk bertanya banyak hal, terutama apakah benar ada teroris di indonesia ini?  Karena Letkol Petrus adalah termasuk pasukan yang pertama dilatih sebagai pasukan anti tetor.

"Tidak ada itu teroris di indonesia. Yang ada adalah orang-orang yang marah karena  sakit hati kepada pemerintah, yang tidak tahu harus mengadu kemana lagi karena selalu dicuekin (tidak dimuliakan)." ujar Letkol Petrus Sunyoto seperti yang ditirukan Bambang dalam tulisan tersebut.

"Di TV dan media lainnya disajikan berita-berita penangkapan teroris. Letkol  itu tersenyum atas bantahan saya tersebut.  Seraya menjelaskan bahwa penangkapan teroris tidaklah seperti yang ada di media dan TV." lanjut Bambang

Letkol Petrus Sunyoto mengatakan bahwa protap penanganan teroris tidak seperti itu, Semuanya harus senyap.  Sebagai contoh adalah operasi penangkapan Osama. Kapan operasinya? Siapa yang beroperasi? Mana mayatnya? Semuanya senyap!

foto: kaskus

Bambang lalu bertanya, kenapa operasi anti teror di Indonesia itu heboh? Bahkan ada yang diliput live oleh media. Dia kembali tersenyum, itu bukan operasi anti teror," tegas Letkol Petrus.

Masih dalam tulisan Bambang di Kaskus.co.id di mana diterangkan bahwa operasi penanganan yang dilakukan kepada teroris adalah bukan dari kopassusKemudian beliau bertanya kpd saya, kenapa pasukan anti teror itu bukan kopassus?  Saat itu Bambang Tak memperoleh jawaban

Sayang, tahun 2014 yang lalu beliau dipanggil Yang Maha Kuasa, Inna LILLAAHI wainna ilaihi rojiun.  Selamat jalan komandan, banyak kisah2 yg engkau ceritakan ke saya yg masih melekat di benakku.  Engkau adalah pelaku sejarah yang selalu kukagumi." demikian tulis Bambang.


sumber asli: https://www.kaskus.co.id/thread/570483ed642eb691038b456d/teroris-di-indonesia-fakta-atau-fiksi

loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar