loading...
Pasuruan, TRIBUNUS.CO.ID (13/05) Teror Bom bunuh diri di Surabaya menggugah banyak pihak untuk bertekad melawan aksi terorisme dan  hal ini Komandan Kodim 0819 Pasuruan Letkol Inf Mulliadi, S.H. bersama FKUB Kota Pasuruan, Forkopimda Kota Pasuruan dan elemen masyarakat Kota Pasuruan mendeklarasikan Bersatu Melawan Terorisme di halaman depan Makodim 0819 Pasuruan.


Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Dandim 0819 Pasuruan Letkol Inf Mulliadi, S.H, anggota Bakesbang Kota Pasuruan Sutarso, FKUB Kota Pasuruan H Said Iqbal, Forkopimda Kota Pasuruan, anggota BIN wilayah Pasuruan Rofik, Pabung Kodim 0819 Pasuruan serta Perwira Staf  Kodim 0819 Pasuruan  dan sejumlah elemen masyarakat Kota Pasuruan.

Dalam deklarasi tersebut menyerukan lima hal. Yakni, menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap para korban serangan Teror Bom di beberapa gereja di Surabaya, mendukung pelaksanaan ibadah semua agama dan kepercayaan di Kota Pasuruan,  mengajak seluruh umat beragama tetap bersatu dan tidak terpancing upaya adu domba antara agama, mengutuk keras serangan terror bom terhadap gereja di Surabaya dan bersatu untuk menolak terorisme.  

Setelah kejadian di Surabaya Dandim 0819 Pasuruan menyampaikan bahwa TNI bersama Polri, elemen masyarakat seperti Banser, akan langsung melakukan langkah-langkah antisipatif,’ Ungkap orang nomor satu di Kodim 0819 Pasuruan tersebut.

Langkah-langkah antisipasi tersebut dilakukan dengan melakukan penjagaan tempat ibadah agar pelaksanaan ibadah merasa nyaman dan aman. Menurut Dandim 0819 semua instansi terkait harus mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, tambahnya.

Karena Terorisme tersebut adalah masalah bersama. Jadi harus kita lawan bersama. Jangan mau diadu domba oleh mereka dan TNI dan Polri Bersatu untuk melawan Terorisme. Tindakan teroris sudah tidak bisa dimaafkan. Itu sudah perilaku tidak benar yang harus ditindak tegas Ungkapnya.

 Pewarta : M Fery
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar