loading...

MOJOKERTO, TRIBUNUS.CO.ID - ,- Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya pagi tadi, Minggu, 13 Mei 2018 pagi, menuai kritikan keras dari berbagai pihak. Tak hanya dari aparatur keamanan saja. Namun, kecaman keras tersebut, juga dilontarkan oleh Ketua Forum Pembahuran Kebangsaan (FPK) Mojokerto, Drs, KH. Mahfud Said.

Kecaman itu, dilontarkan oleh Mahfud Said melalui deklarasi tokoh masyarakat bersama Forpimda yang berlangsung di halaman Mapolres Mojokerto dengan dihadiri oleh Danrem 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Susanto, S. Sos dan Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata beserta beberapa pihak terkait lainnya.

Atas insiden ledakan bom yang terjadi di 3 titik wilayah di Kota Surabaya pagi tadi, dirinya menghimbau seluruh umat beragama untuk tetap bisa menjaga keutuhan NKRI. “Mari kita saling bahu-membahu dari berbagai elamen semua, kepribadian bangsa harus kuat untuk melawan teroris,” tegas Ketua FKP Mojokerto ini.

Di sisi lain, Danrem menuturkan, atas insiden tersebut, dirinya mengajak seluruh elemen, maupun pihak untuk saling bahu-membahu dalam upaya pemberantasan terorisme yang saat ini dinilai semakin merajalela.

“Kita harus bekerjasama. Untuk itu, melalui acara ini, kita berharap untuk bisa saling bahu membahu dalam memberantas kejahatan itu (teroris, red),”ajak Danrem 082/CPYJ ini.

Tak hanya sampai disitu saja. Dirinya bersama para peserta deklrasi, juga menyempatkan diri untuk menggelar do’a bersama yang ditujukan kepada para korban ledakan, maupun aksi teror yang terjadi belakangan ini. “Saya juga menghimbau agar semua melaporkan hal-hal yang mencurigakan,”pintanya.

Selain dihadiri Danrem, Kapolres, Dandim dan Ketua FKP Mojokerto. Acara deklrasi tersebut, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Mojokerto, Ismail Pribadi, seluruh personel TNI-Polri di wilayah Mojokerto dan masyarakat setempat. (082)
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar