loading...
MOJOKERTO, TRIBUNUS.CO.ID - Insiden ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pada tanggal 13 Mei lalu, seakan menjadi keprihatinan tersendiri bagi Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos.

Bagaimana tidak, selain meninggalkan duka, insiden bom tersebut dinilai bisa menimbulkan perpecahan antar umat yang selama ini sudah terwujud dengan baik di Jawa Timur.


 “Sangat disayangkan, kerukunan antar umat beragama di Jawa Timur selama ini sangat kuat dan kental,” ujar Kolonel Budi melalui apel pagi yang dipimpinnya di halaman Makorem. Selasa, 15 Mei 2018 siang.

Sehubungan dengan hal itu, tegas Danrem, dirinya mewanti-wanti seluruh personelnya untuk lebih bijak dalam berinteraksi dengan masyarakat. Baik di kehidupan sehari-hari, maupun lewat media sosial (Medsos), terlebih untuk tidak menyebarluaskan foto, maupun video pasca kejadian tersebut.

“Karena momen (unggahan) seperti itu, sangat ditunggu dan diharapkan bagi para pelaku teror lainnya. Apalagi, hal semacam itu, dapat menimbulkan provokasi, sekaligus keresahan di kalangan masyarakat,” tegasnya.

Mengingat pentingnya kejadian tersebut, dirinya menghimbau seluruh personelnya untuk tetap waspada, dan tidak mudah lengah terhadap situasi maupun kondisi di wilayah tugas masing-masing personel.

  “Tingkatkan siskamling di tingkat RT maupun RW. Ajak semua para tokoh, dan masyarakat untuk saling bersinergi dan berkoordinasi,” pinta Danrem 082/CPYJ ini. (Penrem 082/CPYJ/jon/red).
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar