PALEMBANG,TRIBUNUS.CO.ID - Acara Tabligh Akbar Nasional yang diselenggarakan Majelis Pencinta Rasulullah (Maspuro) dan Majelis Pencinta Islam (MPI) di halaman Benteng Kuto Besak - Palembang Sumsel, malam (07/05)


Tuan Guru (TG) Fekri Juliansyah bin Muslim Meminta doa restu dan dukungan dari Guru Yang Mulia Habib Umar Abdul Aziz bin Abdurrahman Shahab TG Fekri Juliansya yang Insya Allah Maju mencalon kan diri di pemilihan DPD RI pada Tahun 2019 Priode  2019-2024 yang akan datang.


TG Fekri Juliansya Sungkem pada Ulama kharismatik dan Pimpinan Pondok Pesantren Rubath al Muhibbien - Palembang, sosok Ulama yang Tenang, hangat dalam bergaul, dan humoris itulah kesan habib kelahiran 1961 ini.

Habib Umar Abdul Aziz merestui dan mendoa kan TG Fekri Juliansya semoga niat yang mulia itu di kabulkan Allah.


Habib Umar Abdul Aziz adalah putra Habib Abdurrahman bin Muhammad Shahab, seorang yang dikenal menyukai dan mencintai ulama , buah pernikahannya dengan syarifah Sidah binti Ahmad bin Abdurrahman Shahab. Masa kecil dihabiskan di kota palembang.

Pada tahun 1967, ia belajar di madrasah Baitul Ulum, asuhan K.H. Kemas Umar, yang tidak lain murid kakeknya. Kemudian pada tahun 1973 ia melanjutkan studinya kepondok pesantren Ar-Riyadh, yang diasuh Habib Ahmad bin Abdullah Al-Habsyi dan Habib Muhammad bin Hussein bin Shahab keduanya murid Habib Syekh bin Muhammad Al-Habsyi, saudara Habib Ali Shahibul Maulid. Di pesantren Ar-Riyadh itu Habib Umar adalah angkatan pertama.

Setelah menimba ilmu lima tahun lamanya, pada tahun 1976 ia meneruskan belajar ke Makkah bersama Habib Hamid Nagib bin Syaikh Abibakar bin Salim dan K.H. Usman bin Salman Lubis hingga tahun 1983. Bersama kedua kawannya, ia belajar di rubath yang di asuh Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani.

Setelah Lulus, ia mendapat izin untuk pulang ke tanah air dan mengabdikan diri di pesantren Ar-riyadh, ia mengabdi hingga tahun 2000.

Tahun 2000. Habib Umar mencoba merintis pendirian rubath yang dinamakannya Al-Muhibbien. Hingga kini jumlah santri yang di asuhnya mencapai 170 santri putra dan putri.

Santri Putri diasuh oleh Istri Habib Umar dengan pondok tersendiri yang bernama Rubath Darul Fuluh. Adalah Hababah Nur, Istri Habib Umar bin hafidz,  yang memberi nama Rubath khusus perempuan ini. Istri Habib Umar bin Shahab ini lulusan Daruz Zahra, Tarim, yang di asuh Hababah Nur.

Tentang Penamaan Rubath Al-Muhibbien, Habib Umar menyatakan, penamaan itu untuk menanamkan doktrin mencintai Allah dan Rasulullah SAW serta mencintai hal-hal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. (rn)
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.