KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Jelang Ramadhan 2018, Polres Kediri melakukan pemusnahan barang bukti hasil operasi Tumpas Semeru 2018 yang digelar dihalaman Mako Polres Kediri, Jumat (11/5/2018).

Maraknya miras oplosan diwilayah hukumnya menjadi perhatian bagi Polres Kediri untuk menumpas dan memberi efek jera bagi para pelakunya, terbukti dalam sepuluh hari Operasi Tumpas Semeru 2018 , Polres Kediri berhasil mengungkap 2.500  botol miras oplosan dan 11 jerigen isi 30 literan arak jowo dan jenis oplosan lainnya . Selain itu sebanyak 216 ribu butir pil dobel L juga dimusnahkan , dan disaksikan juga oleh Forkopimda Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri ,AKBP Erick Hermawan, SIK. MH mengatakan "Barang bukti tersebut didapatkan dari tangan tersangka selama sepuluh hari Operasi Tumpas Semeru 2018 karena akan menjelang puasa Ramadhan, dan akan dilakukan terus untuk memerangi Miras dan Narkoba "jelas Kapolres.

Untuk total tersangkanya sesuai dengan laporan sebanyak 72 orang ,dan semua tersangka sudah dikordinasikan ke Kejaksaan Negeri ,dan dalam waktu dekat akan dilakukan tahapan kedua.

Operasi Tumpas ini awalnya Kemandirian kewilayahan yang dilakukan selama sepuluh hari .Karena masih banyaknya kasus kasus miras yang lainnya ,sehinga diperpanjang sama Kapolda menjadi 10 hari dan berakhir pada tanggal 6 Mey 2018 ,dan hari ini baru kita musnahkan.
Untuk kasus pil dobel L jenis baru merk Pil Y dan Pil Rpa dengan  tersangka 7 orang dan ditemukan pada sebulan yang lalu. Jenis pil tersebut efeknya lebih keras dari pil dobel L ,untuk saat ini barang tersebut masih kita amankan untuk diselidiki lebih lanjut"Pungkas Kapolres.  (har)
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.