loading...
JAKARTA - ISIS di Timur Tengah mulai terdesak dalam satu tahun terakhir. Kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi telah kehilangan banyak wilayahnya di Irak dan Suriah.

Kini, para anggotanya dikhawatirkan kembali ke negara masing-masing. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang terancam masalah ini karena banyak warganya yang berperang bersama kelompok tersebut di Timur Tengah.



Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan serangkaian serangan yang menewaskan belasan orang dalam dua hari terakhir ini pun dilakukan oleh JAD kelompok Surabaya. Selain didorong oleh masalah Aman Abdurahman, kata Kapolri, kelompok itu juga dibakar instruksi ISIS.


“Motifnya terkait serangan ini atas instruksi ISIS sentral yang mana mereka terdesak dan memerintahkan sel lain di seluruh dunia bergerak,” kata Kapolri Tito.

“Selain serangan di Surabaya, ada serangan di Paris minggu kemarin, menggunakan pisau.”

Tito menyebut rentetan serangan bom di Surabaya dilakukan sebagai balasan atas perlakuan pemerintah terhadap Aman Abdurahman, tokoh yang diyakini sebagai pimpinan ISIS di Indonesia.

“Diduga pembalasan kelompok JAD (Jamaah Ansharu Daulah) karena Aman Abdurahman, yang harusnya keluar Agustus tahun lalu, ditangkap kembali,” kata Tito dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Senin (14/5).

Aman ditangkap kembali karena diduga keras terlibat dalam perencanaan dan pendanaan serangan bom di bilangan Thamrin, Jakarta, awal 2016 lalu. Aksi itu tercatat sebagai serangan pertama terkait ISIS yang terjadi di Indonesia. (Cnn/FT/am/LB/red)
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar