loading...

SURABAYA, TRIBUNUS.CO.ID - Kolonel Kav M. Zulkifli terus menghimbau seluruh masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam melakukan pengawasan terhadap paham radikalisme yang berada di lingkungannya. Bahkan, orang nomor satu di Makorem Bhaskara Jaya itu menyatakan, orang yang memiliki pemahaman radikalisme, sangat mudah dikenali.

Hal itu, diungkapkannya ketika menghadiri acara buka puasa bersama di aula Sasana Wiyata Badan Diklat Provinsi Jatim di Jalan Balongsari Tama, Kota Surabaya. Rabu, 23 Mei 2018 malam.

Dirinya menegaskan, keberadaan oknum masyarakat yang memiliki paham radikalisme itu, harus mampu di deteksi. Deteksi itupun, kata Zulkifli, juga tak luput dari peran masyarakat sekitar dalam memahami setiap lingkungannya.

"Maka dari itu, orang yang menganut paham radikalisme, sangat mudah dikenali. Untuk itu, warga harus peka dan tidak enggan untuk segera melapor ke aparat keamanan TNI atau Polri,” imbuh Danrem 084/Bhaskara Jaya ini melalui acara silahturahmi Forkopimda yang dihadiri oleh seluruh RT dan RW di Surabaya.

 Keberadaan paham radikalisme, kata Zulkifli, dinilai sangat meresahkan. Bahkan, tindakan tersebut, dinilai dapat memecah belah Persatuan dan Kesatuan bangsa yang selama ini sudah terwujud dengan sangat baik.

“Jangan sungkan-sungkan untuk segera melaporkan keberadaan oknum masyarakat itu,” ulasnya.

Sementara itu, himbauan yang sama juga ditambahkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di aula Badan Diklat saat ini, merupakan momentum yang sangat bagus bagi Forkopimda Surabaya untuk terus menjalin komunikasi dan  mempererat tali silahturahmi bersama masyarakat.

Selain itu, kata dia, dirinya sangat menyesali kejadian bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga beberapa waktu lalu itu. “Sangat disesalkan. Apalagi, pelakunya orang Surabaya sendiri dan masih satu keluarga,” ungkap Risma.

 Dirinya berharap, kejadian tersebut, tidak akan terulang lagi di Kota yang dipimpinnya tersebut. Bahkan, Risma juga menghimbau warganya untuk bisa memahami keberadaan paham radikalisme di masing-masing lingkungannya.

 “Kita semua harus bisa care dan terbuka agar kebereadaan sel-sel (teroris) itu, bisa kita tangkal lebih awal,” pintanya.     

 Tak hanya dihadiri Danrem Bhaskara Jaya dan Walikota Surabaya saja. Namun, berlangsungnya acara yang dibalut dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pantauan Penduduk (Sipandu) tersebut, juga dihadiri oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Utara, Kepala Satpol PP Surabaya, Kepala BNN Surabaya, serta beberapa unsur Forkopimda Surabaya lainnya.  (Red)
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar