loading...

BOVEN DIGOEL, PAPUA - Tanah yang kering dan tandus, merupakan tantangan tersendiri bagi Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan dalam memperkuat ketahanan dan pangan di wilayah perbatasan.

Namun, hal itu bukanlah hambatan bagi prajurit di bawah kepempimpinan Letkol Inf Shidik tersebut, untuk terus mewujudkan ketahanan pangan di daerah perbatasan antara Indonesia-Papua Nugini.

Lettu Inf M Rayhan menuturkan, dirinya mulai menerapkan metode hidroponik. Metode itu, dinilai sangat ampuh jika diterapkan di lahan pertanian yang tandus. “Metode penanaman itu, cukup dengan menggunakan media air, dan sedikit tambahan nutrisi yang nantinya dialirkan melalui pipa,” kata Danki A Satgas Pamtas Raider 500/Sikatan ini. Rabu, 2 Mei 2018 siang.

Rayhan meyakini jika metode tersebut bakal berhasil. Sebab, kata dia, metode tersebut sudah pernah diterapkannya di Boven Digoel, tepatnya di pos KM 116 yang merupakan wilayah perbatasan langsung antara Indonesia-Papua Nugini.

“Sudah pernah kita terapkan sebelumnya, hasil panennya pun bagus dan layak untuk di konsumsi,” terangnya.

Danki A Satgas Pamtas ini berharap, metode penanaman yang di sosialisasikannya kepada para warga perbatasan saat ini, akan membawa dampak positif. Terlebih dalam segi mempertahankan, sekaligus meningkatkan swasembada ketahanan dan pangan di wilayah perbatasan.

“Di samping mendukung program Pemerintah, upaya ini juga sudah menjadi tugas pokok kami sebagai Satgas Pamtas,” katanya.



Autentifikasi
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar