loading...



KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Rasa penasaran warga Dusun Pandan Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur dengan temuan struktur batu bata kuno yang berada di perkebunan bambu milik warga sebulan yang lalu ,membuat warga tak sabar ingin tahu seberapa besar struktur bangunan tersebut, karena pada awalnya yang ditemukan adalah berupa struktur batu bata kuno menyerupai bangunan pagar pada abad yang belum dapat diprediksi. Selasa (22/5/2018)

Sebulan berlalu, kini warga dan pemilik tanah mengiyakan untuk dilakukan penggalian lanjutan agar tidak terkesan mengada ada, saat ini yang sudah digali oleh warga sebelum puasa Ramadhan telah mencapai titik temuan bagian sudut bangunan tersebut, warga melakukan penggalian pada waktu malam karena siangnya menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Penggalian lanjutan ini sudah mencapai panjang 21 meter dan terbukti benar sepanjang 21 meter tersebut berupa struktur bangunan kuno berupa pagar dengan ukuran bata kuno 33 X 20 cm.


Kepala Dusun Pandan sudah berkordinasi dengan pihak  dan dinas terkait dengan galian lanjutan tersebut, apalagi pemilik kebun juga mengizinkannya. Belum dapat dipastikan dengan jelas temuan struktur batu bata kuno itu dibangun pada abad kerajaan siapa, namun Kepala Dusun Pandan mengirakan struktur bangunan tersebut diduga Wisnu Buana Pura ( tempat Penginapan Prabu Hayam Wuruk) saat berkunjung ke Lodaya Blitar menurut dalam sejarah isi Kitab Negara Kertagama.

Kami dan warga sangat bersyukur atas temuan struktur batu bata kuno tersebut, sehingga kami bersama warga menggelar tumpengan sebagai rasa syukur dan penghormatan kepada para leluhur yang telah mendahului kita"Ujar Kepala Dusun Pandan saat ditemui Tribunus.co.id.


Belum dapat dipastikan pada era apa, namun dilokasi kebun tersebut selain ditemukan struktur batu bata kuno menyerupai bangunan pagar juga ditemukan batu altar berjumlah 18 dengan beragam macam  bentuk dan berelief .Kini kami bersama warga melanjutkan galian tersebut agar dapat ditemukan secara fisik struktur bangunan sehingga tidak terkesan mengada ada. Dan saat ini 21 meter sudah ketemu sudutnya dibagian barat ,yang  bagian timur belum ditemukan karena masih dalam proses penggalian, dipastikan ini masih bagian luar saja karena berbentuk bangunan menyerupai pagar (tembok) , otomatis dibagian tengah diduga ada struktur bangunan lagi atau semacam tempat pemujaan, atau peristirahatan bagi para leluhur dijaman dulu.

Kami lakukan penggalian ini secara manual sehingga butuh waktu lama untuk menampakkan keseluruhan bentuk struktur bangunan tersebut, kami berharap agar dinas dinas terkait dapat membantu kami dalam penggalian tersebut supaya dapat disaksikan bersama sama karena ini bisa jadi sejarah yang ada di Kediri yang belum terkuak "Pungkasnya . (har)
loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar