SURABAYA, TRIBUNUS.CO.ID - “ Ada 10 korban yang meninggal dunia, 1 orang sudah ada di Dr Soetomo, 1 orang di Rumah Sakit Bedah, dan 8 orang masih berada di TKP, dengan demikian kita lakukan update berikutnya lagi seiring dengan penyampaian Bapak Kapolri,” terang Kombes Pol Barung Mangera di gedung Tribrata, ruang media center Polda Jatim. Minggu 13/05

Usai ledakan bom bunuh diri informasi yang kita dapat adalah korban sementara bertambah 41 orang akibat ledakan yang cukup kuat tersebut. Kepolisian Republik Indonesia, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengucapkan turut belasungkawa atas peristiwa pagi tadi

Diketahui korban meninggal dunia 10 orang, diantaranya 1 orang sudah ada di Dr Soetomo, 1 orang di Rumah Sakit Bedah, dan 8 orang masih berada di TKP, serta korban luka 41 orang, 2 orang diantaranya anggota Kepolisian.


“Kita masih melakukan olah TKP dan masih melakukan identifikasi, sedangkan 2 orang anggota polisi yang terluka cukup parah kini dirujuk dirumah sakit dr Soetomo,” ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. Sebanyak 41 Korban kini masih dirawat di Rumah Sakit Bedah, dan Rumah Sakit Dr Soetomo.

“Jadi total keseluruhan yang meninggal dunia sementara adalah 10 orang,” tambah Barung

Polri turut berduka cita atas kejadian ini. “Hari ini kita menyampaikan turut berduka cita. Dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polda Jawa Timur mengucapkan Bela sungkawa, turut berduka cita terhadap korban-korban yang meninggal dunia maupun yang masih berada di rumah sakit,” imbuhnya

Tak hanya itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil mandapati bom yang belum meledak.
“ Ada 2 Bom aktif berhasil kita jinakkan dan kita disposal di TKP. Satu bom yang berada di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, kemudian bom aktif yang belum meledak yang berhasil kita disposal itu berada di gereja pantekosta jalan Arjuna,” lanjut Kabid Humas Polda Jatim tersebut.  (red)
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.