loading...


PASURUAN, TRIBUNUS.CO.ID - Pemberitaan yang dialamatkan kepada Achmari selaku ketua Panwaslu kabupaten Pasuruan terkait tudingan banci dan seterusnya dinilai wajar oleh Achmari hingga menjadi tokoh sentral khususnya dipemilukada kabupaten Pasuruan periode 2018

Ketika membaca berita online yang mencatut dirinya, Achmari yang didampingi Rahmad salah seorang anggota GMBI Pasuruan benar benar tidak merasa bahwa dirinya serendah itu, sehingga kepada awak media Achmari memaparkan sangkaan sangkaan yang menyudutkan dirinya.

Sebagai pribadi saya legowo dengan kalimat banci yang disangkakan para penggiat bumbung kosong Pasuruan akhir akhir ini, tetapi kinerja saya yang mana yang dimaksud teman teman. Saya menampung apa saja masukkan, kritik atau apapun saja. walaupun terkadang kritikan itu kurang enak di dengar telinga, sabagai aparatur penegak demokrasi, saya siap lahir maupun bathin.

"Sebagai Panwaslu kami merasa telah bekerja sebaik baiknya terkait pesta demokrasi Pemilukada serentak 2018 lima tahunan di wilayah kabupaten pasuruan tersebut.' ujar Ahmari kepada wartawan di kediamannya.

Sebagai pribadi yang tidak bela kanan bela kiri, kami terbuka dan siap membantu apa bila ada temuan temuan dilapangan yang merugikan dan merusak citra pemilukada, bahkan jika ada temuan atas penyelewengan dan ketidak becusan dalam kinerja kami, kami siap dengan segala kemungkinan, termasuk sangsi terhadap pelanggaran-pelanggaran sebagai petugas.

Sementara itu ditempat terpisah, di ruang kerjanya menyatakan bahwa tulisan di media tribunus.co.id yang menyebutkan dirinya banci dan mencle-mecle adalah tidak benar, dan mungkin salah paham saja. kalaupun ada temuan atau permasalahan di lapangan, saya mempersilahkan pihak-pihak untuk menyampaikan laporannya kepada kami.

"Pintu kami terbuka lebar-lebar kepada seluruh lapisan masyarakat Pasuruan, dengan tidak memihak kelompok-kelompok tertentu, Kami panwas netral," tegas Achmari.  (red)




loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar