TRIBUNUS.CO.ID Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pasuruan  laksanakan sholat Idul Fitri 1439 Hijriyah berjama’ah dilapangan YonZi 10 Div 2/Kostrad Jl Soekarno Hatta Kota Pasuruan, Jumat, (15/06). 


Dalam sambutannya sebelum sholat id dimulai, Walikota Pasuruan  mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penempaan melalui ibadah puasa. Umat Islam ditempa untuk melawan hawa nafsu dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaannya kepada Allah SWT. Ia mengatakan bahwa sebenarnya ibadah puasa yang ditutup dengan Sholat Idul Fitri merupakan suatu bentuk latihan. Latihan untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.


Di bulan Ramadhan kita sebagai umat Islam telah ditempa untuk melawan hawa nafsu dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sehingga saat ini kita dapat kembali ke fitrah, serta memperkuat jati diri kita sebagai insan hamba Allah SWT, ucapnya.

Idul Fitri sendiri lanjut Walikota Pasuruan  memiliki arti kembali ke fitrah dari sisi hubungan manusia dengan Allah SWT. Hal tersebut diterapkan dalam bentuk ibadah puasa dan seluruh kegiatan ibadah lainnya di Bulan Ramadhan.

Selain itu, dalam hubungan manusia dengan manusia, seseorang diwajibkan untuk menyambung tali silaturahmi. Saling maaf-memaafkan antar sesama harus dilakukan manusia sebagai makhluk sosial.  Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan Idul Fitri semua orang memiliki sikap solidaritas sosial dan akan terlahir sikap kebersamaan antar sesama manusia.

Walikota Pasuruan  menambahkan bahwa kebahagiaan seseorang bukan hanya berupa harta benda saja.  Dengan dapat menolong sesamanya, seseorang akan dapat merasakan kebahagiaan. Dengan saling tolong menolong akan timbul tali silaturahmi antar sesama dan terjalinnya rasa persatuan dan kesatuan.

Diakhir sambutannya, atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kota Pasuruan  mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf Lahir dan Batin, Takobballalohu minna waminkum takobbal yaa karim.

Semoga kita dipertemukan kembali di Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah pada tahun 2019 yang akan datang. Amiin, doanya.

Dalam ceramahnya,  KH. Abd Khalim Mas'ud, S.Ag menyampaikan bahwa dalam moment Idhul Fitri sangat diutamakan sillaturrahmi, 
Ciri-ciri orang yang memperoleh kemenangan, Meskipun bulan Ramadhan telah terlewati, tetap terus meningkatkan keumanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmad dan ampunan. Dalam bulan suci ramadhan, pahala seseorang akan dilipat gandakan dan dosa-dosa yang telah lalu akan dihapuskan. Ia katakan sebesar apapun dosa kita kepada Allah SAW, dapat diampuninya dalam bulan ramadhan kali ini.  Namun sekecil apapun dosa kita terhadap sesama dan selagi kita tidak meminta maaf, Allah SWT tidak akan mengampuni kita selamanya.

Dalam bulan ramadhan, salah kita kepada Allah bisa terampuni dan diampuni, namun salah kita kepada mahluk Allah rasa-rasanya Allah belum bisa membukakan pintu maaf sebelum orang itu minta maaf kepada yang bersangkutan, ucapnya.

Untuk itu di hari kemenangan ini, ia menghimbau kepada umat muslim untuk segera meminta maaf kepada sesamanya. Ia mengatakan tugas pertama kita di hari raya Idul Fitri 1439 H adalah meminta maaf. Akan tetapi lanjutnya, memaafkan jauh lebih mulia. Untuk itu mulai hari ini ia mengajak memaaafkan  kesalahan-kesalahan saudara-saudaranya.

Bagi yang merasa bersalah segeralah minta maaf agar kita tidak merugi dan bangkrut setelah di akhirat nanti,  ungkapnya.


Pewarta : MF.

Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.
Hasil gambar untuk banner gif 120 x 600
Hasil gambar untuk banner gif 120 x 800