PASURUAN, TRIBUNUS.CO.ID - Puluhan warga tembok melakukan aksi dengan menutup akses pembangunan tol. Debu akibat proyek pembangunan tol tersebut dianggap menganggu warga.

Tak hanya debu yang dikeluhkan oleh warga. Ketika turun hujan, lumpur memenuhi jalan dan mengakibatkan jalan licin. Warga yang kesal kemudian melakukan pemblokiran akses Jalan di perbatasan kota, tepatnya di kelurahan tembokrejo, Kecamatan Panggungrejo, Sekitar pukul 8:50 Wib pagi tadi.

"Kami melakukan aksi ini agar pihak terkait memperhatikan dampak debu dan lumpur yang berkececeran di jalan sehingga warga menghentikan kegiatan proyek, karena merugikan warga. Bahkan tak jarang para pengendara yang melintasi jalan  terperosok karena licin," kata salah satu warga dalam aksi tersebut yang tak sempat menyebutkan namanya, Selasa (10/1/2018).

Ia juga mengatakan, warga meminta tanggung jawab kepada PT HAKA sebagai pelaksana proyek pembangunan tol agar membersihkan jalan supaya tak berdebu dan berlumpur dan memperbaiki jalan yang rusak akibat seringbya di lalui kendaraan pengakut matrial tol.

"Banyak yang terjatuh, karena jalan licin. Makanya kami minta agar pihak penanggung jawab proyek membersihkan jalan dan memperbaikinya," ujarnya.

Mengetahui aksi demo tersebut dengan sigap aparat setempat baik dari kepolisian juga babinsa mendatangi lokasi aksi protes warga guna menjaga aksi demo agar berjalan kondusif tertib dan aman.

Aksi warga ini menuju ke balai kelurahan Tembokrejo dan di sambut oleh lurah setempat yang di hadiri pula oleh pihak perwakilan PT HAKA untuk mendengar keluhan warga guna mencari solusi warga terdampak.

Permintaan warga sebenarnya sederhana, PT HAKA harus membersihkan debu dan lumpur di jalan setiap harinya juga memberi kompensasi ke warga sekitar terutama bagi warga yang terdampak langsung yang memiliki usaha (warung). ujar Djoko Sujanto Lurah Tembokrejo saat di temui di ruang kerjanya. (RH)
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.