JAKARTA -  Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Tri Tito Karnavian Menghadiri Acara Dies Natalis ke-72 tahun 2018
dan Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan Strata 1 (S1) angkatan ke-71, 72, 73 serta Program Pendidikan Pasca Sarjana (S2) angkatan ke-6 dan (S3) angkatan ke-1 di Auditorium PTIK, Rabu,  04 Juli 2018 pukul 08.00 WIB

Dalam kegiatan tersebut Kapolri didampingi dengan Wakapolri,  Komjen Pol. Drs. Syafruddin, M.Si. beserta Pejabat Utama Mabes Polri

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Mantan Kapolri pada massa Jenderal Pol. (P) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.PA.

Acara diawali dengan orasi ilmiah oleh Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. M. Fadil Imron, M. Si tentang “Ilmu Kepolisian untuk Indonesia aman dan damai”.

Dalam acara Dies Natalis ke-72 tahun 2018 dan Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian ini Kapolri didampingi Kalemdiklat dan Ketua STIK melantik para Wisudawan dan Wisudawati sebanyak 421 Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan S-1, S-2 dan S-3.

Dalam amanatnya Kapolri menyampaikan PTIK adalah sebuah perguruan tinggi yang masih survive dan terus berkembang. Kapolri memiliki harapan harapan kepada PTIK yaitu ingin mengembangkan PTIK menjadi Universitas yang dimana tidak hanya milik Polisi saja melainkan juga milik Masyarakat serta harapan berikutnya yaitu menjadikan PTIK tidak hanya tempat pendidikan saja tetapi menjadi tempat untuk pemecahan pemecahan permasalahan Polri baik di Mabes Polri atau Polda.

Polri merupakan organisasi terbesar ke dua di dunia setelah Polisi China dan merupakan salah satu lembaga vertikal terbesar di Indonesia setelah TNI. Dari tahun 1946 sampai sekarang,  posisi Polri dalam masa puncaknya karena unggul baik dari segi kewenangan,  anggaran dan jumlah personel,  dan ini adalah sebagai tantangan bagi Polri, sehingga kita harus melakukan perbaikan dan meningkatkan pelayanan publik,  merubah Kultur dan melakukan managemen media.

Berdasarkan hasil surve dari litbang kompas, saat ini Polri sebagai institusi yang dipercaya Publik setelah TNI dengan nilai 82.9.

Dalam menghadapi tantangan tantangan itu, Polri butuh generasi yanh memiliki intelektual intelektual tinggi dan tidak hanya mengejar gelar saja. Selain itu harus memiliki Power, Follower serta yang utama adalah memiliki Konsep.

Kapolri berpesan kepada para Wisudawan untuk mengembangkan intelektualnya dan knowledgenya baik secara Formal maupun Informal, Polri telah bekerja sama dengan LPDP untuk Anggota Polri dapat belajar di Luar Negeri karena bila kita belajar di Luar Negeri akan mendapatkan Knowledge,  Culture yang baik serta kedepan sebagai agen of change.

Pada kesempatan itu juga Kapolri melaksanakan Peresmian Pusat  Studi Pengkajian Terorisme dan Radikalisme yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti.

Acara diakhiri dengan foto bersama di depan Stadion PTIK.
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.