Polres Jember Dan Bhayangkari Cabang Jember Sampaikan Santunan Kotban Laka Laut


JEMBER - Polres Jember memberikan Tali asih kepada keluarga korban laka laut, terbaliknya kapal nelayan di pantai Puger yang mengakibatkan beberapa nelayan meninggal dunia. Sabtu (21/7/18)

Dalam kegiatan pemberian tali asih kepada korban, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. S.I.K., MH di dampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Jember Ny. Cut Laura Kusworo beserta jajaran anggota Polres Jember dan Babinsa, Babikamtibmas, serta Camat Puger untuk memberikan tali asih kepada keluarga korban kecelakaan maut di pantai Puger.

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH., S.I.K., MH, mengatakan bahwa, kegiatan hari ini di samping kita masih melaksanakan terus pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan, kita melaksanakan kegiatan bakti sosial yang memberikan Tali Asih kepada keluarga-keluarga korban kecelakaan maut di Puger, semoga apa yang kami lakukan ini walaupun tidak banyak semoga bisa bermanfaat bagi keluarga korban yang ditinggalkan dan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan atas meninggalnya kepada saudara-saudara yang mengalami kecelakaan di Puger.


"Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan tentunya kami dengan pemerintah daerah yang memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat yang seharusnya sejalan adalah ketika cuaca buruk atau ombak tinggi itu ada alternatif lain untuk mata pencaharian tidak hanya nelayan saja, karena memang walaupun sudah kita lakukan pemberitahuan dan himbauan kepada para nelayan berkaitan dengan cuaca buruk agar tidak melaut, agar tidak mencari ikan di suasana buruk ini, tapi nelayan karena tuntutan ekonomi kebutuhan perut istilah mereka, sehingga mereka mau nggak mau mereka nekat harus laut, dan inilah yang mengakibatkan kecelakaan itu terjadi," kata Kapolres

Kapolres berharap, dengan adanya kejadian ini ada alternatif lain untuk memcari mata pencarian lain, kalau cuaca buruk ada alternatif lain, harapnya.

Kepada pihak tugas pengawas, sebaiknya juga memfilter kapal apa yang boleh dan tidak walaupun cuaca buruk sebagaimana kita ketahui, kalau cuaca buruk ini kan perahu jukung cenderung lebih aman, perahu kecil yang memiliki sayap kanan kiri itu lebih aman dibandingkan dengan kapal-kapal besar yang seandainya diterjang ombak itu relatif stabil


Kapolres Kusworo mengatakan, tentunya hal ini juga perlu untuk diindahkan semuanya kedisiplinan ini perlu juga termasuk para nelayan, para masyarakat untuk sama-sama mengindahkan kita tidak ingin ada insiden terulang dari kejadian yang menimpa dua hari yang lalu

"Perlu adanya penertiban di situ dan kami juga berkaitan dengan yang ada ini kami juga lakukan pemeriksaan berkaitan dengan karena kelalaiannya mungkin mengakibatkan seseorang meninggal dunia ini juga kita lakukan pemeriksaan juga, agar menjadi efek jera atau pembelajaran bagi yang lain, agar tidak dengan mudah setelah kita adakan pemberitahuan untuk tidak laut, tapi tetap nekat nah ini bisa mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain," ungkapnya.

Kapolres Kusworo menyampaikan, sejauh ini ada tiga sampai empat orang, untuk sementara ini nahkoda belum bisa di ambil keterangan karena masih shock, tapi Insya Allah kalau hari ini lebih baik kita akan ambil keterangan hari ini, dan kita akan lihat siapa yang paling bertanggung jawab dalam insiden ini, pungkasnya. (Gus-Nang)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.