Sarasehan Budaya"Menerbitkan Kembali Cahaya Kebesaran Kediri Bersama Gus Naf'an Di Situs Calonarang




KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Bertempat di Situs Cagar Budaya Calonarang Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur, Muhammad Naf'an Sholahuddin biasa disebut Gus Naf'an menggelar sarasehan budaya bersama lintas agama, pemerhati sejarah, budaya, pasak, TNI, Pemdes Sokorejo,  GMPK, warga Sukorejo, dan Damar Panuluh Nusantara, serta santri santri  dari gus Naf'an. Sabtu (21/7/2018).

Sarasehan budaya yang digelar di situs calonarang tersebut membicarakan dan dialog tentang situs cagar budaya terbesar dan hanya dimiki oleh Kediri bertemakan "Menerbitkan Kembali Cahaya Kebesaran Kediri "meskipun dilokasi tersebut tidak ada penerangan listrik,  namun antusiasme seluruh elemen dengan semangat untuk merintis membuka kembali masa kejayaan kediri.


Menurut Ketua tim pemerhati sejarah dan budaya dari Damar Panuluh Nusantara bapak Rianto, disitus Calonarang ini memang salah satu cagar budaya yang harus diangkat dimata dunia karena merupakan salah satu sejarah yang luar biasa  yang dimiliki oleh Kabupaten Kediri ,dan tidak dimiliki oleh negara negara yang lainnya.

Menurut kami dan juga masyarakat yang memiliki keyakinan, bahwa Situs Calonarang ini memiliki sejarah yang patut diangkat, yang mana negara lain tidak memilikinya,bahkan negara lain juga tahu keberadaan dari sejarah situs calonarang

Karena kurang pengetahuannya, sehingga Calonarang turun temurun dikenal sebagai sosok yang negatif dimuka masyarakat dengan keyakinan yang dibawa oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab"terang Rianto saat memberikan sambutan pertamanya.

Ia menjelaskan bawa Calonarang ini merupakan tokoh sejarah yang ada dikediri sebagai salah satu perempuan yang menjadi panutan atau Ratu di Desa Gurah kala itu dijaman Kerajaan Airlangga ,yang juga berjuang dalam kesejahteraan rakyat, namun jaman dahulu ada kepentingan politik, maka calonarang yang memiliki sifat bijaksana ditenggelamkan oleh orang orang besar yang tidak bertanggung jawab,hingga kini masyarakat awam maupun generasi saat ini menganggap situs calonarang adalah  tempat orang orang yang sesat, padahal itu tidak, dan bahkan  adalah leluhur bagi kita semua.

Sementara Kepala Desa Sukorejo bapak Supandi dengan gebrakkan yang akan dilaksanakan ini, Kades sangat antusias dan semakin semangat lagi untuk mewujudkan situs cagar budaya dikediri sebagai salah satu destinasi wisata nomor satu dunia, ia semangat kembali ketika ada orang dari luar atau pemerhati sejarah peduli dengan situs cagar budaya temasuk Calonarang di Desa Sukorejo yang kita kenal sebagai tokoh pejuang dimasa kerajaan Airlangga, yang memiliki putra putra mahkota"tutur Supandi.

Awalnya kami semangat ini, setelah kami bertemu dengan tim dari damar panuluh nusantara yang terus memberikan semangat dan perhatian ,untuk bersama sama mengangkat situ calonarang dan situs situs yang ada dikediri. Sehingga kami bersama warga bergegas cepat melakukan pelebaran akses jalan menuju situs calonarang, do'akan semoga semua lancar"Pungkasnya .

Sementara Muhammad. Naf'an Sholahuddin alias gus Naf'an mengajak seluruh elemen masyarakat yang terlibat diacara sarasehan budaya malam ini berdo'a agar Allah melindungi situs situs cagar budaya yang ada dikediri, karena begitu ditemukan situs sejarah cagar budaya yang umurnya ribuan tahun langsung dirusak oleh orang orang yang tidak dikenal, saya yakin mereka merusak cagar budaya pasti ada yang menyuruh, dan ini pernah terjadi pada situs calonarang"terang Gus Naf'an.

Dan saya yakin para penyuruh kerusakan itu dari orang orang besar yang punya power, punya kekuasaan dan orang orang dari penasehat spiritual "mari kita lindungi situs situs cagar budaya di Kediri, karena semua itu adalah ciptaan Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa, Pemkab saat ini lagi gencar gencarnya membangun obyek wisata di Kediri, seperti taman dan lain lain, sehingga generasi saat ini lupa akan sejarah dan tidak paham sejarah, karena yang diperhatikan pemerintah adalah wisata yang sifatanya kekinian.


Untuk mewujudkan masyarakat peduli cagar budaya, kita akan jadikan Kediri menjadi Destinasi wisata terbesar dunia dengan dikemas menjadi kekinian agar generasi bisa berkunjung dan paham akan sejarah kediri sebenarnya. Sebenarnya ini harusnya urusan pemerintah untuk mengangkat cagar budaya,  bukan kita atau rakyat. Jelasnya.

Karna saya lihat dan bahkan ramai dimedsos,  saat ini lagi ramai ramainya, khususnya di Kediri sudah banyak ditemukan situs cagar budaya yang bermunculan, saya yakin kedepan makin banyak lagi bermunculan, dan ini sudah waktunya "Sejarah Terungkap " karna bersatunya nusantara yang dirilis oleh Gajah Mada itu bermula dari Kediri setelah Gajah Mada membaca kitabnya Joyoboyo.


Mereka lupa bahwa kebesaran nusantara mulainya dari Kediri, kalau kita bedah sejarah Kediri maka Sorong dan Ternate akan ikut, karena Kediri itu memiliki 9 raja dibanding Majapahit yang hanya memiliki 5 raja kala itu, dan kediri adalah kerajaan terlama di Nusantara menurut usia kenegaraan.

Dimana mana ditemukan situs cagar budaya "adem ayem "tidak ada tindak lanjut dari pemerintah "kita sebagai anak Kediri punya tanggung jawab merawat dan melestarikan sejarah Kediri, kita akan membuat gebrakkan untuk meledakkan Kediri sebagai kabupaten /kota yang memiliki sejarah dimata dunia.(har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.