KH. Marzuqi Mustamar Hadiri Lounching Itihadul Muballighin LDNU Dan Pengukuhan Pengurus Aswaja NU Se Kabupaten Kediri



KEDIRI ,TRIBUNUS.CO.ID - Peringatan tahun baru islam 1440 H. yang di laksanakan pada hari Ahad  13 Muharram 1440 H./ 23 September 2018 M. bertempat di Masjid Agung An-nuur Pare Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sekaligus Lounching Ittihadul Muballighin Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lounching Buku Khutbah Jum'at LDNU, serta Pengukuhan Pengurus Aswaja NU Kabupaten Kediri (23/9/2018).

Acara yang di resmikan oleh Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Kediri KH. Djazuli Muhammad Ma'mun. Juga di hadiri oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar, M. Ag. di sesi pembukaan yang di sampaikan oleh Ketua LDNU Kabupaten Kediri Ustadz Asy'ari Masduqi, SHI. MA. Menyampaikan "kedepan harapannya LDNU aka lebih eksis lagi, karna kita juga sudah membentuk Pendidikan Kader Muballigh (PKM) sejak setahun yang lalu yang sudah siap berdakwah. Yang mana prioritas para muballigh ini kita sebar untuk berdakwah ke masyarakat menengah keatas seperti Instansi-instansi, Pabrik-pabrik, Masjid dan Musholla. Sedangkan untuk buku-buku yang kita terbitkan diantaranya buku berjudul (Pedoman Ibadah Di Bulan Ramadhan) dan buku (Khotbah Jum'at Rohmatan Lil Alamin)" tuturnya.

Sedangkan Ketua Aswaja NU Ustadz Dafid Fuadi saat di temui wartawan tribunus.co.id. mengatakan "tujuan Aswaja NU Kabupaten Kediri adalah membumikan nilai-nilai Aswaja dengan berpatokan pada konsep yang digagas oleh Hadrotussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari di dalam kitab Risalah Ahlisunnah wal Jama’ah dengan mengemban misi ilmiah yang begitu berat di tengah kompleksitas pemikiran yang beragam. Sebagaimana lazimnya tradisi ilmiah NU yang tak lepas dari kitab-kitab klasik, Aswaja Center pun lahir untuk mempertahankan tradisi tersebut, beraktivitas intelektual yang berpijak pada nilai-nilai teks klasik yang berlandaskan pada prinsip tasamuh, tawasuth, dan i’tidal. Dengan 5 Program Organisasi yaitu USWAH, BISWAH, DAKWAH, KISWAH, MAKWAH" ungkapnya.


Memetik sambutan yang di sampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar, M. Ag. Agar kita senantiasa mengikuti dan mempertahankan identitas kita dalam Jam'iyyah Nahdlatul Ulama beliau menyampaikan "Jangan dukung gerakan di luar NU, ada tanda-tanda membahayakan negara. Dari dulu mulai DITII Kahar Mudzakar berontak tidak ada yang ahli tahlilan, artinya para pemberontak pengacau itu dipastikan bukan dari Nahdlatul Ulama". Tandas beliau dalam sambutannya. [amin]
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.