Sungai Bersejarah Di Kediri Tercemar, Ratusan Komunitas Se Kediri Raya Gelar Aksi Bersihkan Sampah





KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Ratusan komunitas peduli lingkungan se Kediri Raya pada hari Minggu pagi (16/9/2018) bertumpuk di acara aksi Damai Peduli Sungai Harinjing yang terletak di Dam Ngeblek Dusun Talun Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur."

Aksi damai yang dipelopori oleh Komunitas Laskar Harinjing dan diikuti ratusan Komunitas se Kediri Raya dan juga komunitas dari luar Kabupaten tersebut dengan maksud untuk memberikan sanksi peringatan terhadap para oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang  telah mencemari sepanjang Sungai Harinjing ,sungai yang bersejarah di Kabupaten Kediri.

Aksi bersih bersih sampah di Sungai Harinjing yang di pelipori Laskar Harinjing  dan diikuti dari kalangan ratusan anak anak sekolah dan juga dari aparat TNI ,Polri serta Satpol PP Kabupaten Kediri tersebut mendapat respon dan dukungan dari Kementrian LHK Siti Nurbaya yang diwakili oleh Direnjen Pengendalian dan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dan Kehutanan Dirjen Budi Kurniawan.


Sebagai komunitas yang cinta akan alam, khususnya Sungai, pagi itu juga dilaksanakan pelepasan ribuan bibit ikan tawar ke Sungai sebagai dasar bahwa ikan merupakan salah satu ekosistem yang ada  di sepanjang sungai, dab dilarang keras melakukan tindakan meracun ikan, setrum ikan maupun membuang sampah ke Sungai.

Ketua Laskar Harinjing Rekan Arif dalam sambutan pembuka sebelum aksi turun ke Sungai mengatakan "Bahwa aksi damai kita kali ini adalah untuk membersihkan sampah sampah yang berserakan di sepanjang Sungai Harinjing "Mari kita bersatu agar Sungai Harinjing ini menjadi Sungai yang bermanfaat"ucap Arif.

Dilokasi yang sama, Dirjen Kementerian LHK Budi Kurniawan sangat menginisiasi kegiatan gebrakkan masyarakat dari berbagai elemen yang sangat peduli dengan lingkungan hidup, ini merupakan kepedulian dan tindakan nyata dalam rangka pelestarian ekosistem Sungai"tutur Budi Kurniawan.

Ia mengatakan "Dalam gerakan aksi kita turun ke Sungai nanti kita perhatikan sampah sampahnya,mulai dari hulu sungai hingga hilir dan daerah tangkapan airnya serta sekitar lingkungan sungai.

Ia menambahkan "Bahwa tekanan terhadap lingkungan yang terjadi di Sungai Harinjing ini sangat berat, tekanan berupa fungsi lahan yang dahulu asalnya hutan menjadi non hutan, yang asalnya untuk peresapan air menjadi tidak ada peresapan air, dan sampai siang nanti kita akan melakukan pengendalian pencemaran lingkungan khususnya terkait dengan Sungai Harinjing ini. Dan kami dari Kementrian LHK akan siap membantu kegiatan yang luar biasa ini" Kita jadikan Sungai sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan masyarakat" Pungkasnya

Sementara Ketua GMPK Bapak Sulkani mengatakan" Bahwa Sumber Daya yang dimiliki dan didukung oleh negara secara bijak diantaranya adalah Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, Sumber daya alam mencakup air, tanah, udara, hutan, kandungan minirel dan keanekaragaman hayati.


Dilokasi hulu Sungai yang terdapat Gunungan sampah, Gus Naf'an Shalahuddin selaku budayawan muda Kediri mengajak seluruh komunitas yang tergabung pada pagi itu melaksanakan upacara simbolis.

Dimana kita hari ini menyaksikan tumpukan sampah bergunung gunung ,Ia mengatakan "Bahwa Sungai Harinjing yang akan kita bersihkan ini merupakan sungai bersejarah di Kabupaten Kediri yang dibangun oleh Bagawanta Bali dan sungai ini sudah tercemar  dan kita jangan salahkan ini salah siapa, namun ini tanggung jawab kita semua ,karena sungai ini bukan milik perorangan namun milik kita semua, kepada sahabat sahabat disini yang sudah terketuk hatinya mari kita bahu membahu membersihkan Sungai ini hingga siang nanti"Ujar Gus Naf'an Shalahuddin.

Ratusan komunitas usai melaksanakan upacara simbolis langsung turun ke Sungai dengan membawa alat masing masing, diantaranya ,cangkul, arit, jaringan sampah, dan karung, kemudian tumpukannya sampah yang berserakan di Sungai dimasukkan kedalam karung dan dibawa keatas, (har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.