Bergerak Cepat, Warga Paguyupan Desa Tunglur Bikin Musium



KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Pasca ditemukan beberapa jumlah benda kuno diduga cagar budaya oleh tim Damar Panuluh Nusantara bersama warga paguyupan abdi dalem minak Sengguruh di Desa Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur ,kini warga bergerak cepat membuat Musium untuk menyimpan benda benda kuno bersejarah agar aman.

Setelah ditemukan sebulan yang lalu dan hingga kini temuan benda cagar budaya  sudah mencapai ratusan item yang ditemukan dari pekarangan warga dan di area petilasan adipati Minak Sengguruh ,pada pagi hari ini Jum'at (5/10/2018) telah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Musium untuk menyimpan benda cagar budaya. Secara simbolis peletakan batu pertama dilakukan oleh Kepala Desa Tunglur bapak Mashudi dilanjut, Kepala Dusun Tunglur Fahrurroji, Ketua Paguyupan, Ketua RW dan Tim Damar Panuluh Nusantara.

Pembangunan Musium ini didesain cukup sederhana dengan ukuran lebar kali panjang 3 x 6 meter ,adapun tiang yang digunakan dari pohon bambu jenis petung, dan atap menggunakan atap genting kuno.

Prosesi peletakan batu pertama dimulai terlebih dahulu tasyakuran do'a bersama dengan suguhan nasi tumpengan berlaukan ayam, dan kolaborasi dengan budaya adat warga Desa Tunglur yaitu tidak pernah meninggalkan tumpeng berlaukan ikan lele.

Pembacaan do'a dipimpin oleh seorang tokoh agama dari Ponpes Sumbersari Kencong Kecamatan Kepung Gus Asrori dan dilanjutkan penggalian untuk pondasi Musium.

Musium yang dibangun tersebut bersebelahan dengan petilasan adipati Minak Sengguruh yang diyakini masyarakat sejak turun temurun, dengan adanya sebuah pathok (kayu pengikat tali kuda milik adipati sengguruh) sehingga ke arifan lokal masyarakat Desa Tunglur masih kental dan terjaga.

Benda purbakala yang ditemukan sejak se bulan yang lalu itu, ditengarai mengarah kepada peninggalan Putri Calonarang bernama Diah Ratna Manggali, dan juga Mpu Bahula yang merupakan menantu Calonarang.

Meski dari peneliti BPCB Trowulan Jawa Timur belum sempat untuk meneliti temuan temuan tersebut, namun semangat masyarakat paguyupan abdi dalem minak Sengguruh bersama Kepala Desa Tunglur untuk mewujudkan Musium benda benda cagar budaya sebagai wisata religi di Desanya.


Dan hasil mediumisasi dari tim Damar Panuluh Nusantara sebelumnya bahwa, benda cagar budaya yang ditemukan tersebut awalnya adalah peninggalan Nyai Ripeh salah satu abdi dalem Calonarang, dan saat mediumisasi kedua mengarah kepada peninggalan Putri Calonarang ,bisa saja Nyai Ripeh diperintah Calonarang untuk mengawal putrinya.

Lokasi Musium untuk menyimpanan benda cagar budaya diduga  peninggalan milik Diah Ratna Manggali dan Mpu Bahula tersebut tidak jauh dari jalan raya Propinsi kurang lebih 600 meter. tepatnya Dusun Tunglur Desa Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri dekat dengan Kantor Desa.

Kepala Desa Tunglur Mashudi berharap agar temuan temuan tersebut sesegera dilakukan penelitian oleh dinas terkait, sehingga nantinya dapat menperkuat hasil penjelasan kepada masyarakat. Harapan kami mudahan mudahan kedepan nanti bisa mengangkat perekonomian warga masyarakat Desa Tunglur khususnya, dan Kabupaten Kediri umumnya"Ujar Mashudi.

Sementara tim Damar Panuluh Nusantara, Rianto mengatakan "kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini luar biasa, karena masyarakat guyup rukun nyengkuyung untuk menjadikan tempat tersebut sebagai destinasi wisata religi yang ada di Kabupaten Kediri. Kami akan terus melakukan pendampingan serta penelusuran lanjutan, saya yakin masih banyak lagi artefak artefak kuno di Desa Tunglur yang mengarah kepada peninggalan Diah Ratna Manggali bersama Mpu Bahula"tutur Rianto.

Lebih lanjut Rianto mengatakan "Ini nanti bisa berpotensi dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar, khususnya Desa Tunglur dan Kabupaten Kediri pada umumnya.

Kami juga bangga kepada Kepala Desa yang sangat merespon serta menyuport langkah langkah warganya untuk menjadikan desanya menjadi destinasi wisata religi. (har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.