Aksi Damai Ratusan Ojol Di Kawasan SLG Kediri Tuntut Capres No 2 Agar Segera Meminta Ma'af



KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Ratusan profesi Paguyupan Ojek Online (Ojol) di Kabupaten Kediri  kembali menggelar aksi damai yang berlangsung di Tugu Sembilan Kawasan SLG Ds Sumberjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri untuk menagih janji terhadap Capres nomor 2 Bapak Prabowo Subianto.

Aksi Damai tersebut dilatar belakangi terkait pernyataan Prabowo di dalam Diskusi Indonesia Ekonomic Forum di Hotel Shangri - La Jakarta pada Rabu 21 November 2018 yang menyebutkan bahwa generasi muda Indonesia yang memilih menjadi tukang ojek selepas lulus Sekolah Menengah Atas (SMA.

Dalam aksi damai tersebut menuntut agar Prabowo untuk segera meminta ma'af kepada para profesi Ojol yang tergabung dalam Paguyupan Ojek Online Kediri melalui media cetak maupun online.

Selain tuntutan diatas, profesi Ojol tidak dikaitkan dengan ranah politik ,dan profesi tukang ojek online tidak direndahkan.

Dalam aksi tersebut para Ojol menyampaikan pendapatnnya menggunakan satu set Megaphone, satu buah Baliho /Spanduk yang bertulis "Kami Komunitas Gojol (Gojek Online) Kediri Raya Tidak Terima dan Menolak Keras atas Ucapan dan Sindiran Capres bapak Prabowo Subianto Yang Merendahkan dan Melecehkan Profesi Kami. Dan kami menuntut agar Prabowo miminta maaf melalui media cetak maupun elektronik dan tidak mengulangi ucapan yang bisa meresahkan masyarakat.

Sebelum aksi dilaksanakan, pada pukul 09:00 Wib peserta aksi damai berkumpul dititik Tugu Sembilan Kawasan SLG, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, selanjutnya massa melalukan Orasi.

aksi damai yang dilakukan, Muslih, selaku penanggungjawab aksi damai tersebut menjelaskan" Paguyuban Ojek Online Kediri Raya mendesak salah satu Capres pada Pemilu 2019 mendatang untuk meminta maaf melalui media cetak maupun elektronik.

Permintaan maaf tersebut terkait ucapan salah satu Capres yang menyebutkan banyak generasi muda Indonesia memilih berprofesi sebagai ojek online selepas lulus SMA. Hal itu dikatakan salah satu Capres saat Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri La Jakarta beberapa hari lalu.

Menurut Muslih, pekerjaan ojek online tidak ada sangkut pautnya dengan ijazah.

Ia menegaskan, Paguyuban Ojek Online Kediri Raya meminta agar ojek online tidak dibawa-bawa ke ranah politik dan profesi ojek online jangan direndahkan.

“Hasil sebagai driver ojek online ini telah mampu membiayai semua kebutuhan sehari-hari. Bahkan profesi ojek online ini menjadi pemecah kebuntuan bagi masyarakat di era sekarang ini yang tak dapat dipungkiri bahwa semakin hari peluang lapangan kerja semakin menyempit,” kata Muslih.

Ia memastikan, aksi damai ini tidak di sponsori oleh partai politik apapun dan aksi ini murni karena panggilan hati yang tersinggung atas pernyataan salah satu Capres.

Spanduk bertuliskan tuntutan permintaan maaf salah satu Capres, dibentangkan di sekitar monumen SLG.

Diantara spanduk-spanduk tersebut bertuliskan Apa salah kami tukang gojek, Tetesan keringat kami halal untuk keluarga kami, Hargai kami sebagai tukang ojek Tukang ojek bukan kerjaan yang hina serta profesi kami barokah untuk keluarga kami.(har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.