Artis Kecil Rasya Argan Dan Tari Remong Meriahkan Gebyar Panggung Sejarah Dan Budaya Di Kampung Sentanan




KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Gebyar Panggung Sejarah dan Budaya dalam rangka peresmian Museum Mini Mpu Bahula /Diah Ratna Mangali di Kampung Sentanan Ds Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur yang digelar disebuah Petilasan Adipati Minak Sengguruh berlangsung meriah. Kamis (22/11/2018).

Panggung berukuran sedang dengan biground warna kuning ke emasan diseponsori oleh PT Gudang Garam Tbk Kediri malam itu menjadi ajang panggung bersejarah pertama di Kediri.

Selain peresmian Museum juga dihibur dari beberapa artis femomenal yaitu artis kecil yang sudah kondang di Kabupaten Kediri Rasya Argan dan Roro Rengganis.

Tidak hanya itu, hiburan laiinya berupa tari tradisional Remong turut mentas diatas panggung untuk memeriahkan acara peresmian Musium Mini Mpu Bahula /Diah Ratna Mangali yang berada di Kawasan Petilasan Adipati Minak Sengguruh Kampung Sentanan.

Ribuan warga yang hadir dalam peresmian Museum pada malam itu terhibur ketika Rasya Argan artis kecil yang masih usia 9 tahun bersama adiknya melantunkan nyanyian lagu Kebangsaan Indonesia Tanah Airku ,dan beberapa lagu religi lainnya, Suara merdunya langsung menghipnotis para pengunjung sehinga acara hingga selesai  masyarakat / pengunjung tidak berpindah dari tempat duduknya.

Selain itu Tari tradisional tari Remong juga menghibur suasana ,ada sebagian pengunjung dengan adanya suguhan tari tradisional yang ditampilkan pada acara tersebut mengingatkan masa memori jaman dahulu.


Kepala Bidang  Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono yang hadir pada malam itu sangat terhibur dengan kegiatan Peresmian Museum Mini di Kampung Sentanan yang dikemas cukup sederhana dan meriah. Dan luar biasanya acara peresmian ini menyuguhkan hiburan musik religi, lagu lagu kebangsaan dan tari tradisional Remong. Kami berharap agar kesenian budaya jawa yang kita miliki jangan sampai dilupakan begitu saja. Begitu pula dengan temuan temuan benda benda kuno cagar budaya di Desa Tunglur tersebut merupakan bukti sejarah milik kita semua warisan dari nenek moyang yang telah mendahului kita semua.

Kepada para penggiat sejarah dan budaya jangan pernah lelah dalam melaksanakan tugas mulia untuk pengungkapan sejarah Kebesaran Kediri"pungksnya.(har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.