KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Pada hari Rabu 7 November 2018 telah berlangsung Pemilihan Kepala Desa (Pilkades ) serentak di wilayah Kabupaten Kediri Jawa Timur ,dimana situasi menegangkan terjadi saat detik detik penghitungan surat suara.

Seperti Pilkades yang berada di Desa Klepek Kecamatan Kunjang, dimana prosesi penghitungan suara kali ini disaksikan oleh ribuan warga se Desa Klepek untuk melihat secara langsung prosesi penghitungan suara di Kantor Desa Klepek.

Dalam Pilkades tahun ini, Desa Klepek terdapat dua calon Kandidatvyang maju mencalonkan Kepala Desa, yaitu Didik Wahyudi dengan nomor urut (1) satu yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dusun Klepek, dan Cahyo Purwadi nomor urut 2 yang sebelumnya (mantan Kades Desa Klepek).

Saat prosesi penghitungan surat suara terjadi angin kencang disertai hujan, meski demikian terlihat ribuan warga saat itu saling menyuarakan dukungannya masing masing, namun dilokasi tersebut nampak terlihat hampir seluruh warga menyuarakan nomor urut satu Didik Purwanto.

Penghitungan suara dimulai pada pukul 14:00 wib dan dijaga ketat aparat kepolisian dan koramil dan anggota linmas.

Penghitungan surat suara berakhir pada pukul 17:00 Wib dengan hasil terakhir yang dibacakan oleh panitia yaitu nomor urut 1 Didik Wahyudi yang meraih 990 suara ,sedangkan nonor urut 2 Cahyo Purwanto meraih 774 suara yang selisih 216 dengan nomor urut satu.
Dan sedangkan surat suara yang tidak sah terdapat 8 suara.

Saat dinyatakan menang, Didik Wahyudi lansung dikerumunin para pendukungnya yang sudah bersiap siap sejak awal ingin mengucapkan selamat ,karena tahu Didik Wahyudi sudah unggul sejak awal penghitungan surat suara.

Dikatakan telah unggul ,ratusan warga yang didepan tenda langsung menyerbu Didik Wahyudi untuk dipanggul sebagai rasa syukur atas kemenangannya.


Dan Didik Wahyudi seketika itu melakukan sujud syukur didampingi istrinya dan dilakukan simbolis pemakaian caping gunung (topi pak tani) oleh warganya.

Selanjutnya Didik Wahyudi naik mobil pikcup dengan berdiri dan dikirab mengelilingi Desa Klepek di ikuti masa masyarakat dibelakang.

Didik Wahyudi saat ditemui tribunus.co.id mengatakan deg deg an saat penghitungan surat suara ,karena ini pertama kalinya Ia mencalonkan sebagai Kepala Desa yang lawannya adalah mantan Kades.

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih saya, dan kedepan kami akan melakukan langkah kerja menjadikan Desa Klepek menjadi desa yang maju "Ucap Didik Wahyudi dalam ungkapan singkat rasa syukurnya. (har)
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.