Kirab Apem Dari Kampung Sewu Jebres Surakarta



SURAKARTA, TRIBUNUS.CO.ID - Babinsa kampung sewu koramil 04/jebres kodim 0735/surakarta sertu suparno dan serda lalu adi jaya pantau giat festifal grebek apem sewu .minggu (11-11-2018)
 Masyarakat Kampung Sewu kec jebres kota surakarta  menggelar ritual kirab apem sewu setiap Zulhijah untuk mengenalkan kampung sewu sebagai sentra produksi apem kepada seluruh elemen masyarakat dan juga bertujuan mengapresiasi para pembuat apem sebagai wujud rasa syukur.

Tradisi apem sewu berawal dari amanah yang disampaikan Ki Ageng Gribig kepada seluruh warga untuk membuat 1.000 kue apem dan membagikannya kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur serta untuk mengenang napak tilas Ki Ageng Gribig yang menyebarkan agama Islam di kampung sewu.

Para pengiring kirab gunungan apem tersebut adalah perwakilan masing masing Rt dan ratusan warga yang tampil mengenakan busana unik. Ada pula penampilan reog dan tari topeng ireng. Seribu apem tersebut lantas dikirab keliling kampung. Rutenya adalah star perempatan sfa – Jl. Juanda – Tanggul – Jl. R.E. Martadinata – Putat dan berakhir di Tempuran/Beton,  tempat yang digunakan untuk Prosesi Apem Sewu konon adalah dermaga Keraton Surakarta yang terletak ditepi Bengawan Solo. "Di sini dulu Ki Ageng Gribig membagi bagikan kue apem.
Ribuan orang tumpah ruah memadati sepanjang jalan sampai Tempuran/Beton yang ada di tepi Bengawan Solo. Begitu selesai didoakan, mereka langsung berebut seribu apem.(penrem solo)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.