BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Masalah Sulitnya air bersih di Kabupaten Banyuasin Sumsel dari dulu sampai sekarang belum juga teratasi, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) cabang Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan berada di bawah naungan badan perusahaan PDAM Tirta Betuah. yang seharusnya dapat memberikan kesejahteraan, kecukupan air ternyata semua hanya bukti diatas kertas belakah.

Pemerintah wajib menjamin atas kecukupan Air terhadap rakyatnya seperti yang tertuang di dalam : Pasal 5 ayat (1), Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 20 ayat (2), Pasal 22 huruf D ayat (1), ayat (2), ayat (3), Pasal 33 ayat (3) dan ayat (5) UUD,45  UU tentang Air Nomor 7 Tahun 2004.

Bagaimana dengan di Kabupaten Banyuasin Sumsel PDAM Hidup 4 Kali sering juga 5 Kali dalam satu bulan sehingga warga sangat kesulitan air bersih Khususnya di wilayah Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sumsel.

Della 21 Tahun mahasiswi di salah satu Universitas Palembang usai mengisi air dengan jerigen, sangat mengeluhkan Kondisi air bersih, Untuk di Kenten PDAM sudah ada namun tidak bisa diandalkan, hidup Air 2 Hari berturut turut, namun yang sedih hidup ketika 10 Hari kadang juga 7 Hari sehingga penggunaan air harus extra hemat

Lanjut Della untuk kondisi air Sumur memang ada yang jernih, namun kondisi rata rata rumah air tidak bagus sehingga kurang Bagus jika menjadi konsumsi.

"Kami selaku warga kenten, warga yang tinggal dengan Sungai / Laut, dekat Kota Palembang berharap air dapat hidup minimal 3 Kali dalam satu minggu,  untuk listrik normal kenapa air sering tidak hidup, kami juga berharap Bapak Bupati dan wakil Bupati untuk dapat mendengar keluhan kami, kami tidak perlu uang namun kami hanya perlu kecukupan air" ujar Della.

Senada dikatakan Daffa Pedagang air kebutuhan pokok, jika seperti ini pengeluaran terus bertambah.

Kita pedagang menengah kebawa ini jika lagi sepi suda pasti alami rugi. Ditambah untuk keperluan yang mendasar ketersediaan air bersi untuk kebutuhan sehari-harinya memang air 1 jerigen hanya Rp 1500 jika sepuluh Jerigen setiap air PAM mati, dan satu bulan bisa sampai 30 jerigen berapa uang yang harus dikeluarkan, kami berharap PDAM dapat normal" ujar Daffa.

Untuk bapak bupati H Askolani dan Wakil Bupati Bapak slamet dan wakil rakyat kami dapil Talang Kelapa dengarkan keluhan kami yang tinggal di wilaya kenten laut,  jangan lihat kami jauh dari ibu kota banyuasin, namun lihat kami bagian banyuasin semoga aspirasi kami dapat didengar.

Untuk Pengelola PDAM kami meminta penjelasan mengapa air jarang hidup apakah karena sering mati lampu atau air susah ujar daffa.

Pewarta : roni

Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.