Pengedar Uang Palsu Asal Krian Dan Lamongan Ditangkap Reskrim Polsek Karang Pilang Surabaya


Surabaya-Tribunus.co.id Maraknya Uang palsu( UPAL ) Di Surabaya patut Diwaspadai,berawal dari laporan masyarakat tentang beredar nya uang palsu di wilayah hukum Polsek Karang Pilang,di bawah Pimpinan Kompol Noerijanto S.H melalui IPTU MARJI WIBOWO S.H  langsung menindak lanjuti laporan warga tersebut dan berhasil membekuk EKO HADI SUSANTO Bin SAMSURI UMUR 30 Tahun, warga Luwung Rt 04 Rw 03 kel.Sidomojo Kec.Krian kab.Sidoarjo Dan SUPARMAN Bin MUNASIR,38 TAHUN warga Mantup Lamongan,

Kapolsek Karang Pilang  Kompol Noerijanto mengatakan, Penangkapan ini  Berhasil dilakukan Petugas ketika Tersangka  melakukan transaksi di depan LOTTE MART jalan Raya Mastrip Karang Pilang Surabaya  pada hari Selasa 23/Oktober/2018 pukul 22.00 Wib, Dari tangan Pelaku EKO HADISUSANTO Bin  SAMSURI Petugas Berhasil mengamankan barang bukti berupa  2 buah Hp Samsung,1 Lembar bukti Transfer Bank BCA,4 Lembar bukti pengiriman paket J&T,Uang palsu sebesar Rp 200.000,- ( pecahan 100 1lembar dan pecahan 50,2 Lembar ) dari pelaku ini kita kembangkan dan berhasil menangkap SUPARMAN Bin  MUNASIR di Terminal Bungurasih Sidoarjo  dengan Barang bukti Berupa, 1 Buah Hp merek Sony,uang pecahan Rp 100.000,- sebanyak 129 Lembar atau sebesar Rp.12.900.000,- ( Dua Belas Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah).

Kepada Petugas Tersangka mengaku mengedarkan Uang Palsu tersebut dengan cara menukar uang asli dengan perbandingan 1:2 atau uang Rp.100.000,- bisa mendapatkan uang palsu Rp.200.000,- ,dan uang palsu tersebut didapatkan dari seorang Bandar uang Palsu berinisial "D" yang berada di Jember dengan cara membeli 129 lembar uang palsu dengan harga Rp.5juta Rupiah.

      
Masih Marji Wibowo mengatakan salah satu pelaku adalah residivis yang pernah ditangani Polresta Sidoarjo. “Suparman ini seorang residivis kasus penggelapan yang pernah ditangani Polresta
Sidoarjo,” 

      
Guna memastikan bahwa ratusan lembar barang bukti yang disita merupakan uang palsu. Polsek Karang Pilang juga telah berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia untuk uji sampel benda tersebut.

“Dari bahan sudah kelihatan beda, lebih halus, warna juga ada perbedaannya. Nanti kita kuatkan dengan keterangan ahli dan Labfor, nomor serinya banyak yang sama,” tuturnya.   (Arif)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.