Setelah Hilang Lebih Dari 10 Tahun, Pentas Seni Budaya Jawa Ketoprak Muncul Kembali Di Hutan Wilis Kediri, Ini Pesan Dandim Kediri



KEDIRI,TRIBUNUS.CO.ID -  Pentas Seni malam hiburan rakyat budaya jawa ketoprak, yang sudah lebih dari 10 tahun lamanya hilang, kini muncul kembali dan seolah mengingat memory 10 tahun yang lalu, Ketoprak Bhayangkara Budaya THR Surabaya menghibur ratusan warga Desa Jugo kali ini merupakan agenda TMMD dan terselenggara berkat kerjasama Kodim 0809/Kediri bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri serta Pemerintah Desa Jugo. minggu (11/11/2018)

Dalam sambutannya, Dandim Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno mengatakan ,”Disini, kita sama-sama menyaksikan hiburan rakyat berupa kesenian ketoprak. Ini merupakan wujud syukur atas kesuksesan penyelenggaraan selama sebulan di Desa Blimbing dan Jugo, dari pembangunan jalan maupun renovasi RTLH.”

”Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan seluruh perangkat Desa Blimbing dan Jugo, serta seluruh lapisan elemen  warga Desa Blimbing dan Jugo. Kami juga mengucakpan terima kasih kepada Polresta Kediri dan Polsek Mojo yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di Desa Blimbing dan Jugo.” tutur Dandim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo, pada sambutannya menuturkan ,”Ini saya masih ingat waktu meletusnya Gunung kelud tahun 2014, ribuan rumah warga rusak berat dan ringan. Selama satu bulan dikerjakan oleh TNI dan Polri, ribuan rumah di 4 kecamatan sekitar Gunung Kelud, semua dalam keadaan baik kembali.

Ia menambahkan ,”Inilah yang dikerjakan TNI di seluruh Indonesia. Bahwa TNI tidak hanya berperang saja, tetapi juga manunggal dengan rakyat, termasuk kegiatan yang ada disini. Apalagi bila bencana alam, tanpa TNI dan Polri, kita hanya bisa tolah toleh. Ini jujur saja, contohnya waktu Gunung Kelud meletus lalu, tidak ada jatuh korban sama sekali.”


Menurut Jayadi, Kepala Desa Jugo, sudah lebih dari 10 tahun lamanya, pagelaran seni ketoprak tak pernah ada didesanya. Ia masih ingat, terakhir pagelaran seni tersebut digelar saat ada ketoprak keliling yang menyambangi desanya selama sepekan, dan itu terjadi pada tahun 2006. Sedangkan menurut versi lainnya dari Kepala Dusun Besuki, Dalimin, ketoprak keliling itu ada pada tahun 2007 dan ketoprak keliling itu berlangsung selama lebih dari dua pekan.

Tampil di kawasan hutan Gunung Wilis atau tepatnya di lapangan Secang sewu, Ketoprak Bhayangkara Budaya THR Surabaya menarik animo ratusan warga Desa Jugo. Sehari sebelumnya, warga Desa Jugo juga dihibur Campursari Gading Jati yang diadakan di halaman rumah Kepala Desa Jugo. (pendim 0809 Kodim Kediri)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.