Gelombang Tsunami Menghantam, Banten dan Lampung, Dikabarkan 20 Orang Meninggal Dunia dan 165 Orang Luka-luka

Harta benda korban gelombang tsunami Lampung

TRIBUNUS.CO.ID - Gelombang tsunami menghantam sepanjang pantai Banten dan Lampung mulai dari kawasan pantai carita, anyer, merak (banten) dan kalianda, panjang, teluk betung (Lampung) untuk perkiraan badan meteorologi, klimatologi dan geofisika sementar gelombang tsunami yang terjadi itu di timbulkan oleh gempa tektonik gunung anak krakatau (GAK) kemungkinan, Sabtu (22/12) Malam.

Naiknya air pasang laut dengan cepat hingga meluluhlantakkan rumah rumah warga, harta benda apapun yang ada terkikis menjadi puing puing reruntuhan detik detik terjadi lebih kurang pukul 21.20 WIB tadi malam (22/12). mulanya air laut dengan seketika naik dan menjadi gelombang tsunami yang dahsyat.

Ketinggian gelombang tsunami tersebut kira kira 2 sampai 4 meter diatas permukaan tanah dengan sekejap mata suda menghantam tempat tinggal pemukiman warga hingga perahu-perahu nelayan yang ditambat di sekitar pelabuhan anyer, Banten, berhamburan terbawa arus gelombang air pasang yang ditimbulkan tsunami papar salah satu warga yang rumahnya pun terkena tsunami Mulyana dengan terbata-bata saat diwawancarai awak media.

Namun dari prakirawan badan meteorologi, klimatologi dan geofisika, Ahmad Rivani yang mengatakan, air pasang di pantai anyer hanya fenomena gelombang pasang biasa. bukan tsunami. tidak ada catatan gempa. namun sebaiknya jauhi pinggir pantai." kata Ahmad dalam keteranganya. Sabtu (22/12) Malam.

Sementara yang terjadi, Mulyana, warga anyer menceritakan, warga yang tinggal di sekitar kawasan pantai marbella, bandulu, anyer berhamburan menuju daerah yang lebih tinggi. warung-warung yang ada di pinggir pantai marbella hanyut diterpa gelombang tsunami.

Kami terkejut, tiba-tiba laut pasang tidak seperti biasanya. Warga panik dan naik ke pegunungan. Surutnya pun sangat jauh dari pantai. warga di sepanjang garis pantai panik berlari ke tempat yang jauh lebih tinggi," ungkap Mulyana.

Hal serupa dituturkan Iman, warga di pelabuhan anyer, Banten menuturkan, kejadian naiknya air laut yang tidak biasa,. terjadi sekitar pukul 21.20 WIB tali perahu nelayan di pelabuhan anyer putus. perahu lepas ke laut. Warga juga sudah mengungsi ek daerah yang lebih tinggi,” ujar Iman.

BMKG, tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang. Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi. Tetap tenang.

Diketahui sudah 20 orang meninggal dunia dan 165 lainnya luka-luka, saat ini korban meninggal dan luka luka suda di evakuasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Bob Bazar, Lampung Selatan yang luka luka untuk mendapat perawatan medis korban yang meninggal kebanyakan anak balita, separuh baya juga ada yang lansia.

Sementara warga di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, juga mengalami kepanikan. mereka meninggalkan rumah, air sudah pasang ke jalan mas," ujar Mamat, warga setempat kepada awak media untuk di wilaya banten awak media belum mendapat informasi terkait korban.

Pewarta : rn
Sumber : Rmolsumsel.com

Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.