KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Warga dusun Bukaan Desa Keling Kecamatan  Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur gempar setelah ditemukannya bayi yang dikubur di rumpun bambu di belakang rumah SUMARTI warga Dusun Bukaan, Desa Keling Kecamatan Kepung. Kamis (6/12/2018)

Bayi yang menurut hasil penyelidikan Opsnal Satreskrim Polres Kediri itu adalah bayi hasil hubungan di luar nikah. Pelakunya adalah seorang perempuan berinisial LI (18 tahun) dan seorang laki-laki berinisial AIA (19 tahun).

Berdasarkan penyelidikan polisi diketahui bahwa LI melahirkan bayi tersebut di Kos nya di Tulungagung. Mirisnya, LI mengaku mencekik bayi nya hingga meninggal karena takut suara tangis bayi tersebut didengar oleh tetangga Kos. Bayi itu kemudian dimasukkan ke dalam tas kresek dan ditaruh di jok motornya, lalu dibawa ke Jombang menemui AIA, lalu AIA menguburkan bayi itu di rumpun bambu tersebut.

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Kediri sangat menyayangkan perbuatan yang di lakukan oleh pelaku yang notabene masih dalam usia pelajar, “Hal tersebut menjadi pelajaran bagi kita, khususnya pelajar di Kabupaten Kediri agar terus menjaga diri dari perbuatan yang di larang agama seperti itu.

PC IPNU-IPNU akan berusaha keras mensosialisasikan dampak buruk pergaualan bebas dengan harapan kejadian tersebut tidak akan terulang kembali.” tutur Afin Tri Saputra selaku Ketua PC IPNU Kabupaten Kediri.

Hal yang paling tepat menurut Gus Umam selaku Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Kediri adalah “Pelajar harus mempuyai kegiatan positif yang bermanfaat di luar sekolah dan yang dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.”
Jadi selain belajar di sekolah, pelajar seharusnya mencari lahan aktualisasi lain yang dapat meningkatkan potensi dirinya, baik minat, bakat, keterampilan, keimanan dan ketaqwaannya. Dalam hal ini IPNU-IPPNU dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif bagi pelajar karena IPNU-IPPNU memiliki banyak kegiatan positif yang dibimbing oleh para Ulama dan Kyai di Kediri.

Perlu diketahui IPNU-IPPNU merupakan badan otonom dari organisasi terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama.
“Selain itu, kami juga sangat mengharap kerjasama kepada para Ulama dan pejabat negara untuk selalu mengarahkan dan membimbing putra putri bangsa ke arah yang positif,  dengan begitu insya Allah kita semua akan di selamatkan di dunia dan ahirat.” Lanjut Gus Umam.

Reporter : Latif
Editilor    : Hariono
Loading...

Artikel Terkait

Posting Komentar

 

media online www.tribunus.co.id

.
Hasil gambar untuk banner gif 120 x 600
Hasil gambar untuk banner gif 120 x 800