Jelang Pemilu 2019 ,Kodim 0809/Kediri Bekerja Sama Dengan Pemda Kediri Gelar Jagongan Bareng




KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Jelang Pemilu 2019 berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri untuk menjaga keamanan Kediri khususnya agar saat pelaksanaan pemilu  nanti dapat berjalan dengan lancar aman tertib dan kondusif. Maka perlu kesadaran untuk tidak terjadi hal hal yang diinginkan nanti.  Nah seperti yang dilaksanakan oleh Kodim 0809/Kediri pada Selasa malam (15/1/201) di lapangan Makodim Kediri dengan menggelar "Jagongan Bareng Bersama Pemda Kediri, Menuju Kediri Aman, Guyub Dan Rukun".

Acara Jagongan Bareng itu dihadiri Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati Kediri M. Masykuri, Dandim 0809/Kediri Letkol Dwi Agung Sutrisno, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton,Ketua KPUD Kediri Sapta Andaruisworo serta tokoh masyarakat, agama dan pemuda.

Acara Jagongan Bareng ini di inisiatori Kapolres Kediri dan hampir dapat dipastikan akan diadakan secara bergiliran. Pada bulan ini Kodim 0809/Kediri kebagian tempat menggelar acara tersebut dan dikemas sebagai acara silaturrahmi sekaligus dengar pendapat.

Pada beberapa bulan sebelumnya, acara ini juga diinisiatori oleh bapak Kapolres ,luar biasa tentunya atas dukungan ibu Bupati, kita Forkopimda akan mengadakan acara ini bergiliran. Acara ini sudah kita kemas dan ini adalah acara silaturrahmi "kata Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno.


Lanjutnya ,“Kita menyadari dengan adanya kemajuan teknologi, kita dimudahkan dalam berkomunikasi. Namun, tentunya silaturahmi seperti inilah harus terus kita jaga.”

Menyoroti agenda Pemilu yang akan berlangsung, Kodim Kediri jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri, guna turut membantu Kepolisian dalam hal ini Polres Kediri, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pesta demokrasi 5 tahunan ini.

“Pemilu, sangat penting untuk kita jaga. Kodim membawahi kota dan kabupaten, TPSnya nanti sekitar 6.000an. Anggota Kodim sekitar 700an, jadi 1 orang bisa mengcover pengamanan 8 sampai 10 TPS. Semua itu tidak bisa berjalan dengan sukses, tanpa dukungan kita semua,” jelas Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno.

Ia menambahkan, selama berlangsungnya Pemilu, Kodim Kediri memastikan berada diposisi netral dan tidak ada keraguan dari masyarakat, khususnya Kediri.

Selain itu, ia menjelaskan, bahwa saat ini Kediri sudah merupakan daerah yang berpotensi menjadi lumbung pangan, dan ditargetkan bisa ekspor beras. Diprediksi, pada musim panen Maret sampai April, hasil gabah atau beras dari petani bisa diserap oleh Bulog.

Pada kesempatannya, Wakil Bupati Kediri M.Masykuri mengatakan ,”Sampai sekarang, yang ramai itu di televisi saja, untuk masyarakat di Kediri, selalu aman dan damai.”

Lanjutnya ,”Ini ajang bersilaturahmi, tanpa komunikasi, kita tidak tahu apa yang dimau, untuk itu kita mau menyerap aspirasi dari tokoh masyarakat, agama, bagaimana Kediri bisa lebih baik.

Sementara itu, AKBP Roni Faisal Saiful Faton mengungkapkan ,”Sebenarnya kunci dari situasi yang nyaman, adalah sinergitas dan komunikasi. Kita tidak bisa membuat situasi nyaman, kalau tidak ada komunikasi. Disini hadir tokoh masyarakat, agama, pemuda. Kita ngobrol, kita temu, saat inilah kita bertatap muka. Disitulah komunikasi kita lakukan, duduk bersama, satu tempat.”

Terkait agenda  Pemilu 2019 mendatang, ia menegaskan ,”Dalam menyikapi agenda di tahun 2019, kami berada diposisi netral. Kami mohon dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, kita jaga, kita sukseskan agenda Pemilu, sehingga Kediri aman dan nyaman.”

Selain itu, ia menjelaskan, bahwa acara ini selanjutnya nanti akan bergiliran, yang pertama Polres Kediri yang ketempatan, dan sekarang ini Kodim Kediri yang ketempatan, selanjutnya bergantian.

Menanggapi agenda Pemilu yang menjadi PR besar bagi KPUD Kabupaten Kediri, Sapta Andaruisworo mengatakan ,”Kita sangat support acara ini, bisa membuka ruang-ruang komunikasi, tentunya mengingat 2019 ini, tepatnya bulan April, kita melaksanakan Pemilu serentak, yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.”

Lanjutnya ,”Dukungan yang berbeda, jangan sampai mengganggu yang menimbulkan suatu riak-riak atau tensi yang tinggi. Khususnya yang di medsos-medsos, pendukung beda kubu saling bersaut-sautan. Tapi, inilah dinamika politik, artinya berbeda pilihan itu wajar, tetapi semua perbedaan pilihan itu jangan sampai memecah belah persatuan kesatuan kita. Mari sama-sama kita hargai perbedaan itu.”

Dalam jagongan bareng ini, tak ketinggalan, diawali live concert dari group musik lokal yang menghibur selama lebih dari 30 menit. Selain itu, dengar pendapat atau aspirasi disampaikan oleh tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pemuda se-Kabupaten Kediri.(budi/har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.