Diduga Konsleting Listrik, Gudang SMKN Ngasem Di Kediri Mengalami Kebakaran



KEDIRI,TRIBUNUS.CO.ID - Sekolah yang berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pagi hari ini, baik petugas kemanan, petugas kebersihan maupun karyawan perpustakaan SMKN Ngasem, dikejutkan munculnya asap yang mengepul persis diatas salah satu ruangan yang berlokasi di areal bagian belakang. senin (4/2/2019)

Babinsa Sumberejo, Serma Madianto melaporkan, kebakaran diduga terjadi akibat terjadinya konsleting listrik. Api baru bisa dipadamkan antara pukul 06.30 - 07.00 wib. Dari pengamatannya, ada 1 ruangan yang rusak berat (gudang inventaris), 3 ruangan rusak sedang (kamar mandi, dapur, ruang perpustakaan), 1 ruangan rusak ringan (ruang Wakil Kepala Sekolah).

Sebagaimana dikatakan Mujito (50 thn) petugas keamanan sekolah, berdomisili Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Upaya memadamkan api sudah dilakukan dari petugas keamanan sekolah dan karyawan perpustakaan, tetapi karena tak kunjung padam, akhirnya ia berinisiatif mengontak petugas pemadam kebakaran.

Yang ia lihat pada waktu itu, hanya kepulan asap tebal, dan api masih belum terlihat. Baru sekitar setengah jam kemudian, api mulai terlihat dan petugas pemadam kebakaran dari Kota Kediri tiba di lokasi.

Moh. Dian Firdaus (28 thn), karyawan perpustakaan, berdomisili di Desa Bringin, Kecamatan Badas, menjelaskan awal mula terjadinya kebakaran tersebut. Dikatakannya, ia masuk ke gudang ATK sekolah antara jam 05.30 - 06.30 wib. Ketika berada di ruang Wakil Kepala Sekolah, ia mencium bau seperti benda terbakar.

Setelah itu, ia mendengar suara letupan bersuara kecil dan dikatakannya, letupan itu didengar sebanyak 4 kali. Ia melihat, kepulan asap kecil disela-sela celah pintu gudang inventaris peralatan dan perlengkapan sekolah.

Lalu ia memanggil Mujito, untuk membuka gudang inventaris peralatan dan perlengkapan sekolah. Setelah melihat ada kepulan asap tebal didalam ruangan tesebut, Mujita memanggil Moh.Rizky untuk membantu memadamkannya.

Menurut Moh. Rizky (25 thn) petugas keamanan sekolah, berdomisili di Desa Wonosari, Kecamatan Gurah. Api terlihat dari atap bangunan, tepatnya di gudang inventaris peralatan dan perlengkapan sekolah, diduga ditempat inilah sumber awal terjadinya kebakaran. Dalam keadaan panik, usai Mujito mengontak petugas pemadam kebakaran, ia berinisiatif mengontak Polsek Gampengrejo dan Pos Pol Ngasem.

Senada dengan Sumadi (62 thn) petugas kebersihan sekolah, berdomisili di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem. Kepulan asap diketahuinya muncul antara pukul 05.30 - 06.00 wib, tapi api belum terlihat. Api baru terlihat antara pukul 06.00 - 06.30 wib dan titik api berada di atas gudang inventaris peralatan dan perlengkapan sekolah.

Berdasarkan keterangan Syamsul (52 tahun), Guru, berdomisili di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, api diduga terjadi akibat konsleting listrik, dan tidak ada korban jiwa pada kebakaran tersebut.

Kerugian diperkirakan Rp 40 juta hingga 50 juta, yang terdiri dari perlengkapan dan peralatan dapur, perabotan sekolah, buku-buku pelajaran, beberapa bagian bangunan dan peralatan perkantoran.

Hingga saat ini, kebakaran yang menimpa bagian bangunan SMKN Ngasem ini, masih dalam proses tindak lanjut pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Gampengrejo, untuk diketahui secara pasti apa penyebab utama terjadinya kebakaran tersebut. (budi)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.