LBPSP Suguhkan Atraksi Seni Bela Diri di Hari Jadi Kota Pasuruan Ke 333



TRIBUNUS.CO.ID,  PASURUAN – Lintas Budaya Pencak Silat Pasuruan  (LPBSP), Kota Pasuruan, mengiringi prosesi Hari Jadi Kota Pasuruan ke-333. Acara yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pasuruan ini, berlangsung Jum’at (8/2/2019) siang.

Atraksi seni beladiri mulai dari seni tunggal, bela diri bersenjata, pencak ojong, dan atraksi debus tidur di atas duri salak dan atraksi kebal senjata tajam ini merupakan seni bela diri asli khas Pasuruan Kota, yang turut serta memeriahkan kirab Pataka di sepanjang jalan yang dilalui kirab.

Selain itu Sebanyak 333 siswa SD dan SMP se-Kota Pasuruan, juga turut serta  dengan berbusana seragam berwarna kekuningan dengan tanpa menghilangkan tradisi adat Kota Pasuruan iringi rombongan kirab di pinggir kanan dan kiri.

Dengan jalur sekira 2 kilometer dilalui oleh peserta kirab. Seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pasuruan, turut hadir untuk memeriahkannya dengan naik andong menuju GOR Untung Suropati di Jalan Sultan Agung.

Andong terdepan dinaiki Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo bersama Ibu Wawali, dan di iringi pejabat di lingkungan dan anggota Dewan di belakangnya.

“Walau sederhana dalam acara prosesi kirap kali sangat meriah dengan antusias masyarakat Pasuruan kota yang berjubel menonton acara ini sederhana,” ujar Hidayat, salah seorang penonton kepada wartawan tribunus.co.id.

Adanya jumlah 333 siswa tersebut, melambangkan hari jadi Kota Pasuruan ke 333 untuk tahun ini. Peserta kirab Pataka ini diiringi marching band menyusul dibelakang Tarian Terbang Bandung. Disusul prajurit yang mengawal Pangeran pembawa Pataka. Di lokasi, Pataka ini kemudian diserahkan ke Forum Komunikasi Umat Beragama, yang dipimpin Iqbal, didampingi tokoh agama lainnya.

Rombongan kirab Pataka yang isinya sebuah surat perintah AMANGKURAT II kepada Untung Suropati memimpin wilayah Pasuruan menjadi Adipati Pasuruan dan dijadikan tonggak sejarah berdirinya Kota Pasuruan dibawa ke atas panggung oleh Wakil Walikota. Teno berharap masyarakat dapat lebih mengetahui sejarah berdirinya Kota Pasuruan sekaligus membangun animo positif untuk menarik wisatawan.

Acara kirab hari jadi Kota Pasuruan tahun 2019 ini diakhiri dengan penyerahan Pataka oleh Wawali kepada Ketua DPRD Kota Pasuruan, untuk dibacakan di depan seluruh masyarakat yang hadir di GOR Untung Suropati.

Saiful Arif selaku koordinator LBPSP Pasuruan Kota mengatakan, kami berharap kedepannya untuk Pasuruan Kota semakin mengenal dan tidak melupakan budaya - budaya leluhur kita.

"Pencak silat sebagai warisan budaya pasuruan yang harus tetap dijaga dan  dilestarikan sekaligus diperkenalkan ke generasi penerus bangsa khususnya masyarakat Pasuruan Kota," imbuhnya

Rachmad Tjahjono pemberhati sejarah dan budaya Pasuruan Kota mengatakan, " Bila berpacu sejarah, perintah kepada Untung Suropati untuk menjadi Adipati. Maka itu seyogyanya pihak dinas terkait melakukan kajian-kajian adanya pemahaman surat perintah Amangkurat kepada Untung Suropati." Jelasnya

Acara kali ini dihadiri sebanyak  48 kepala daerah Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia juga terlihat datang untuk memeriahkan hari jadi kali ini.



Pewarta    : Gale



Editor        : Rachmat H.
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.