PERAN BABINSA DALAM PENANGANAN BENCANA LONGSOR Di KAMPUNG ADAT KASEPUHAN SIRNARESMI



Sukabumi,- Di dalam tugas dan peran Babinsa atau yang disebut dengan Bintara Pembina Desa di binaan desanya ini sangatlah banyak dan penuh dengan resiko baik dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI juga seorang Babinsa harus menjaga keamanan warga dan membantu warga binaannya, selain melaksanakan tugas yang sudah ditentukan oleh Komando Atas Seorang Babinsa juga melaksanakan tugas kemanusiaan seperti terkena bencana alam. Babinsa desa Sirnaresmi Serda Sahminan Husein Lubis Anggota Koramil 2201/Cisolok Kodim 0622/kab.Sukabumi Jawa barat. Serda Lubis Sangat Berperan Aktif Dalam menjalankan tugasnya. Saat Membantu korban bencana longsor  Di kampung Garehong dusun Cimapag desa Sirnaresmi kecamat Cisolok kabupaten Sukabumi jawa barat, kampung Garehong adalah salah satu kampung Adat di lingkungan Kasepuhan adat desa Sirnaresmi dan Abah Asep Nugraha sebagai Ketua adatnya Kemudian selain itu  Kasepuhan desa Sirnaresmi sendiri sudah Masuk anggota Unesco.

Bermula saat kejadian bencana longsor di kampung tersebut pada pukul 17.30 WIB tanggal 31 Desember 2018, warga setempat melaporkan kejadian bencana longsor kepada Babinsa yaitu Serda Lubis selaku Babinsa desa tersebut, setelah mendapat laporan dan informasi dari warga binaannya Serda Lubis langsung melaporkan ke Komandan Koramil 2201/Cisolok Kapten Inf Enjang, perintah dan petunjuk dari Danramil agar Serda Lubis segera turun dan mengecek ke lokasi kejadian, setelah sampai di lokasi Serda Lubis melihat kenyataan keadaan lokasi tanah longsor di wilayah desa binaannya, ternyata desa binaannya yaitu kampun garehong Rt 05/Rw 06 desa siraresmi Kec.Cisolok sudah rata oleh tanah longsor sehingga tanpa konfromi Serda Lubis langsung membantu dan mengevakuasi para korban bencana yang tertimbun tanah longsor tersebut dan langsung melaporkan kejadian dilokasi tanah longsor kepada Danramil agar bencana tanah longsor di desa binaannya dilaporkan ke Komando atas yaitu Kodim 0622/Kab.Sukabumi supaya segera memberi bantuan dan pertolongan pertama terhadap korban bencana longsor di desa binaan Serda Lubis.


Di malam yang pertama Serda lubis Dibantu dengan Warga berhasil mengevakuasi para korban yang masih hidup dan korban yang meninggal dunia Dua orang. Di saat mengevakuasi Salah satu korban hidup Agak kesulitan pasalnya posisi korban Perut sama kakinya terjepit Pohon Kemudian Serda lubis Perintahkan Warga Ambil Mesin Sinso Sama Dongkrak, karena sikorban menjerit-jerit kesakitan. Lalu kayu tersebut di potong menggunakan mesin senso dan di tahan dengan dongkrak, korban tersebut a/n Abah Aham dan berhasil di selamatkan oleh Babinsanya Serda Lubis, Walaupun saat itu cuaca hujan deras, situasi malam gelap  gulita dan hanya menggunakan peralatan seadanya tidak menyurutkan Semangatnya Untuk menyelamatkan warganya.

Pada saat melaksanakan evakuasi korban, terjadi kembali gempa susulan dua kali sehingga membuat tanah longsor kembali, sehingga Serda Lubis menunda dan menghimbau kepada warga untuk menunda pencarian korban atas perintah atasannya karena di khawatirkan longsor susulan yang lebih besar dan di lanjutkan pencarian korban esok harinya.


Kemudain tanggal 01 januari 2019 bupati Sukabumi Marwan Hamami Menurunkan SK Tanggap Darurat Dalam kurun waktu tujuh hari dan Dandim 0622/Kab.Sukabumi Letkol Inf Haris Sukarman ditunjuk sebagai Dan Satgas Tanggap Darurat Bencana Alam Tanah Longsor. Selama tujuh hari Babinsa Serda Lubis tidak Pernah Pulang-Pulang ke rumah dan tidak ganti pakaian, dia tidak memikirkan dirinya hanya warganya yang jadi korban longsor  yang ada di benaknya. Berkat kegigihanya dalam  waktu tujuh hari korban bisa di temukan dan di evakuasi sebanyak 32 jiwa dengan dibantu dari berbagai pihak.

Dandim 0622/kab.Sukabumi Letkol Inf. Haris Sukarman sebagai Dan Satgas Tanggap Darurat Mengaku Sangat bangga Mempunyai Anggota yang Sangat tangkas, tanggap, dan disiplin serta Berperan Aktif, dan lebih mementingkan Bangsa dan Negara dengan mempedomai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI itu sendiri, " Saya sangat-sangat bangga punya anggota seperti Dia bahkan patut di acungi jempol, Hingga bisa jadi panutan bagi babinsa-babinsa yang lain".ungkapnya.

Jaro Iwan selaku kepala desa Sirnaresmi mengatakan sangat beruntung desanya di bina oleh Serda Lubis, "bukan hanya saat-saat kejadian sepeti ini saja dari dulu juga memang beliau sangat berperan didesa kami, apalagi saat kejadian longsor kemarin beliau gak pulang-pulang dikarenakan mungkin ke khawatiran terhadap warga kami, pokok nya kami sangat beruntung dan bangga Saya sangat berterimaksih banyak kepada beliau ". Ungkapnya.


MASA-MASA TRANSISI

Tidak sampai disitu Babinsa Serda Lubis bersama Warga juga bebondong- Bondong Mengangkat lumbung padi dan barang-barang yang tertimbun dengan kesepakatan bersama bahwa hasilnya di bagi rata ke seluruh korban longsor dengan pengawasan Serda Lubis sebagai Babinsa mereka. Selain itu membantu mobil yang Selip yang mau mengirim bantuan logistik dikarenakan Akses Medan jalannya yang terjal dan menanjak.

Kemudian Babinsa setiap hari membagikan logistik beserta panitia kepada korban longsor, selain itu Serda Lubis mengajak seluruh warga untuk mengajak warga mengadakan pengajian rutin selama 40 hari untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia.

Selain itu Serda Lubis juga selalu aktif mendampingi kunjungan diantaranya kunjungan dari :
1. Mentri sosial idrus marham
2. Gubernur Jawa barat ridwan kamil
3. Kapolda jawa barat budi maryoto
4. Kepala BNPB yang lama Mayjen TNI Wiliam.
5. Kepala BNPB yang baru Letjen Tni Munardo
6. Komisi delapan DPR RI hj.Desi Ratnasari.

Serda Lubis juga  bersama relawan dan masyarkat melakukan penghijauan di lokasi kejadian agar tidak terulang kembali longsor. Dan melakukan pengecekan tanah untuk alokasi warga korban longsor. Serda Lubis juga mengajak anak-anak sekolah membersihkan mesjid dan memberikan karpet sama Qur'an yasin.

Dilokasi kejadian ada dua sekolah yang terkena dampak logsor yaitu SD Dan SLTP , Serda Lubis tidak luput membantu para guru ikut mengajar sebab banyak juga siswa yang selamat dari becana tersebut sampai saat ini. “Saya merasa terpukul dan sedih melihat desa binaan saya terkena bencana longsor, karena warganya sudah menjadi saudara saya seperti saudara kandung saya, cukup lama saya membina warga saya yang terkena bencana longsor ini, terasa di benak saya selama membina desa ini pahit dan manisnya bersama dengan Koran-korban tanah longsor baik yang selamat maupun yang sudah meninggal, namun saya tetap akan membantu dan mengajak warga saya ini untuk bangkit kembali dari musibah yang telah menghantam harapan dan cita-cita mereka,” ujar Serda Lubis.

Dengan kejadian ini yang dilaksanakan oleh Babinsa Serda Lubis menunjukan bahwa tugas-tugas sebagai Babinsa haruslah dengan ketulusan dan ke iklhasan sebagai Prajurit dalam melaksanakan atau menerima tugas dari Komando Atas serta melaksanakan kewajibannya sesuai prosedur yang sudah ditentukan oleh TNI AD dalam membatu rakyat Indonesia, sehingga TNI Bersama Rakyat Kuat.

(Hengki juendi)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.