Awalnya Diduga Sebuah Boneka Mengapung Di Sungai ,Ternyata Sesosok Jasad Pria Warga Desa Tegowangi




KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Warga Dusun Jatirejo Desa Payaman Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Minggu pagi (24/2/2019), gempar.


Warga dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki mengapung di sungai tersebut.


Takut terjadi hal yang tidak diinginkan warga melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek setempat.


Kapolsek Plemahan AKP Surono melalui Kasi Humas Polsek Plemahan Aiptu Masyuri  mengatakan mayat yang mengapung itu bernama Gisan (74) buruh tani warga Dusun Harjobinangun Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.


Awalnya, Warji (50) warga Dusun Jatirejo hendak buang air besar di sungai. Saat itu Warji melihat sesosok tubuh yang tertelungkup dikira boneka.


Penasaran Warji memberitahu warga untuk memastikan jika tubuh yang mengapung itu bukan boneka.


Setelah dipastikan dan ternyata tubuh itu adalah jasad manusia bukan boneka. "Awalnya dikira boneka. Setelah dicek ternyata jasad manusia yang bernama Gisan," jelas Kasi Humas.


Petugas yang menerima laporan tersebut langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda - tanda penganiayaan di tubuh korban.


"Dari hasil pemeriksaan luar bersama petugas identifikasi dan dokter setempat tidak ditemukan adanya luka tanda-tanda penganiayaan," jelas Aiptu Masyuri.


Sebelumnya, lanjut Aiptu Masyuri, Gisan, Sabtu sore (23/2/2019) pamit kepada keluarganya untuk mencari rumput. Keluarga korban panik lantaran korban tidak kunjung pulang.

Pihak keluarga korban juga mencari di area persawahan."Dugaan kami korban terpeleset dan akhirnya terbawa arus sungai. Kemarin itu hujan deras dan sungai arusnya juga sangat deras," terang Kasi Humas.


Sementara itu, keluarga korban menerima atas peristiwa itu adalah musibah. Pihak keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian agar korban tidak dilakukan otopsi. Keluarga korban juga bersedia membuat surat pernyataan yang disaksikan perangkat desa dan pihak kepolisian.(har/gr)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.