Seram Dan Merinding ! Diskusi Sejarah Dilakukan Di Area Pemakaman Umum Oleh Puluhan Komunitas Di Kediri



KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Baru baru ini sebuah diskusi sejarah digelar di area sakral pemakaman umum pada malam hari. Sabtu (16/3/2019).

Ya betul ,terlihat puluhan warga masyarakat Dusun Bioro Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri Jawa Timur yang wilayah Desanya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Jombang dan Kabupaten Malang menggelar acara diskusi sejarah diarea pemakaman umum yang didalamnya terdapat Situs Cagar Budaya Mbah Genthong  yang dihadiri oleh puluhan komunitas penggiat sejarah dan budaya, tim Damar Panuluh Nusantara ,Babinsa Kandangan, Babinkamtibmas Kandangan, Perangkat Desa, Perangkat Dusun dan Perangkat Kecamatan Kandangan.

Di area pemakaman umum Dusun Bioro Desa Kandangan tersebut terdapat benda cagar budaya atau situs sejarah yang diyakini oleh masyarakat Situs Mbah Genthong cikal bakal leluhur dari Desa Kandangan .

Uniknya acara diskusi sejarah tersebut dilaksanakan pada malam hari tanpa dilengkapi dengan tenda dan tanpa penerangan lampu yang cukup apalagi siangnya sempat terjadi hujan lebat.


Beralaskan tikar seadanya didampingi menu makanan ubi, singkong, kacang tanah dan minuman kopi ,teh sebagai penghangat situasi acara, warga yang hadir terlihat terus berdatangan hingga acara selesai pada pukul 12 malam..

Acara tersebut diselenggarakan mengingat potensi keunggulan yang ada diwilayah Kecamatan Kandangan salah satunya adalah situs cagar budaya yang kini menjadi prioritas pemdes untuk mengangkat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan situs situs bersejarah.

"Dengan melestarikan peninggalan leluhur yang ada di Desa Kandangan ini langkah awal untuk memberikan modal mandiri perekonomian kepada warga dan masyarakat sehingga para warga dan tokoh pemuda bisa bekerja di desanya sendiri "Ucap Zaeni selaku perwakilan perangkat Desa Kandangan.

Beberapa perwakilan dari warga diantaranya Kasun,RT dan RW Dusun Bioro menyampaikan sangat berterima kasih kepada pemerintah Desa Kandangan dan juga dari Tim Damar Panuluh Nusantara ,karena telah mengawali dan menyuport acara pelestarian cagar budaya yang ada di Desa Kandangan khususya di Situs Bioro ini.



Sementara perwakilan dari paguyupan abdi dalem Kampoeng Sentanan Desa Tunglur didampingi Rianto dari tim Damar Panuluh Nusantara juga memberikan motivasi kepada warga Dusun Bioro Desa Kandangan agar tetap semangat dan tidak putus asa dalam melestarikan dan mengangkat warisan leluhur karena akan dapat dirasakan keberkahannya jika kita berniat merawat dan melestarikan peninggalan leluhur, seperti Situs Bioro ini "tutur Rianto.

Dalam acara tersebut juga dihadiri dari perwakilan Lesbumi Kediri bapak Habib, Ia menyuport apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kandangan dan beberapa komunitas penggiat sejarah dan budaya yang melaksanakan diskusi sejarah pada malam hari itu sangat luar biasa . Ini merupakan langkah awal untuk mandiri dalam perekonomian masyarakat melalui pelestarian cagar budaya atau situs situs yang ada diwilayah Kandangan. Tentunya harus ada rasa kebersamaan dan kekompakan serta kepedulian terhadap situs cagar budaya itu seperti Situs Bioro ini"tuturya.

Acara yang diselenggarakan tersebut hasilnya sangat mematik semangat warga Desa Kandangan dan warga sekitar lokasi Situs Bioro yang mana dalam waktu dekat di Situs Bioro ini akan dilaksanakan kerja bakti membuat payung atau atap atau cungkup untuk menyimpan dan menyelamatkan Situs Bioro yang berisikan  batu prasasti, batu genthong dan beberapa artefak kuno lainnya.

Ini dilakukan agar para pengunjung yang hendak berziarah atau ingin belajar mengetahui sejarah Situs Bioro bisa merasa nayaman dan aman. (har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.