Di Situs Cagar Budaya Calonarang Kediri, Lintas Agama Melahirkan Sumpah Budaya



KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID -Sebagai dasar untuk membangkitan kembali Budaya Daerah, dalam mendukung dan mempertahankan Budaya Nusantara, beberapa komunitas dan penggiat Budaya wilayah Kediri Raya, Jumat malam ( 03/08/2018) berikrar melakukan Sumpah Budaya di Pendopo Situs Calonarang Dusun Butuh Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Isi Sumpah Budaya:

  " SUMPAH BUDAYA "

1. MENEGUHKAN KEMBALI BUDAYA NUSANTARA

2. KEMBALI Ke JATI DIRI BANGSA INDONESIA

3. BERSATU PADU MENEGAKKAN KASIH SAYANG SERTA BERSETIA MERAJUT PERSAUDARAAN LINTAS KEYAKINAN DAN LINTAS KEBUDAYAAN

Kediri, 03 Agustus 2018  An. Generasi Muda Kediri


Kegiatan yang dikemas dalam Kenduri Kebudayaan Kediri dengan pembicara Muhammad Naf'an Shalahudin atau yang lebih akrab disapa Gus Naf'an tersebut diikuti oleh perwakilan dari beberapa komunitas kepemudaan dan juga pemerintah desa Sukorejo, TNI, dan juga masyarakat sekitar. Harapannya agar pemuda memiliki semangat lagi untuk Bersatu lepas dari penindasan dan penguasaan budaya global.

" Kita berharap dengan kegiatan ini Bangsa Indonesia bisa menghidupkan kembali budaya -budaya lokal dimulai dari daerah masing-masing sehingga nanti terwujud Bangsa yang maju berkembang tanpa kehilangan jati dirinya atau lebih kita kembali ke Jati Diri. Dengan kembalinya ke Jati Diri, maka secara otomatis Bangsa kita akan dihormati dan disegani masyarakat dunia, bangkit meraih kejayaan dengan berlandaskan loyalitasnya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi dan budaya, " Tutur Gus Naf'an.

Masih menurut Gus Naf'an, Bangsa yang tahu karakter diri sejatinya sangat mengerti apa tindakan yang akan dilakukan karena Bangsa Indonesia lebih kaya akan aneka ragam Budaya dan kearifan lokal.


Sementara itu Rianto selaku penanggung jawab kegiatan tersebut menyampaikan, dengan lahirnya Sumpah Budaya dari Bumi Cagar Budaya Situs Calonarang Kediri ini diharapkan mampu menyatukan kembali pemuda se - Indonesia dalam satu ikatan kebangsaan, perasaan senasib sepenanggungan.

" Dengan mengembangkan kearifan budaya Daerah sebagai nilai - nilai pembangunan Nasional dan juga mengembangkan nilai-nilai moral, mental dan ajaran hidup bermasyarakat secara otomatis akan mendukung perkembangan budaya Nusantara dan juga mengurangi pengaruh negatif budaya global," ujar Rianto.

Dalam hal ini menurut Rianto diperlukan gerakan secara masif untuk menghidupkan kembali budaya - budaya lokal secara terus-menerus sebagai bentuk kegiatan nyata dari perjuangan kaum muda dan diharapkan akan membawa perubahan sosial yang mendalam bagi masyarakat terutama di bidang pendidikan sehingga muncullah pejuang - pejuang muda yang kaya akan ide dan konsep untuk melawan budaya global. (har)

           
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.