Babinsa Nusukan Ikut Serta Melestarikan Kesenian Tembang Mocopat



SURAKARTA, TRIBUNUS.CO.ID - Seiring dengan kemajuan  zaman yang semakin maju dan modern, berpengaruh terhadap seni tradisional terutama  sastra Jawa. Terutama generasi muda yang hidup di era kecanggihan asing dengan istilah Macapat di wilayah Surakarta dan pada khususnya wilayah kelurahan Nusukan .

Oleh karena itu pada hari kamis tanggal 15 Nopember 2018.pukul 20.30 Wib.s.d.Selesai bertempat di pendopo Astana oetara jln.majapahit utama .Babinsa Nusukan Serka M.Nasirin Anggota koramil 02/ Bjs Dim 0735/ Ska menghadiri kegiatan kesenian tembang Macapat.yang di ikuti 25 warga.

Turut hadir .
1.lurah Nusukan Ibu Utik Sriwahyunu Sp.MM.
2.ketua LPMK Bpk Sukiman Spd.Mpd.
3. Carik Nusukan Bpk Priyadi SE.
4.warga Nusukan

Tembang Macapat itu sendiri merupakan tembang khas dari tanah Jawa. Tembang macapat adalah tembang .atau lagu yang diciptakan para sunan di Jawa yang perlu di lestarikan.
Pada dasarnya tembang macapat memiliki 11 fase dalam menjali kehidupan .

Adapun Maksud dan tujuannya itu sendiri melestarikan kesenian yang ada dijawa .yang hampir punah untuk di kembangkan dan di budayakankembali, memperkenalkan kembali kepada generaai muda akan kesenian jawa terutama kesenian tembang Macapat Atau Sastra jawa.
(Pns Agus Kemplu Pendim 0735 Surakarta)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.