Pasca Dua Tahun Ir. SA. Supriono Menjabat Bupati Banyuasin



BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Kabupaten Banyuasin Sumsel terhitung suda 16 tahun menjadi Kabupaten Banyuasin pemekaran dari Kabupaten MUBA Enam belas tahun bukan waktu yang sebentar, untuk membangun Kabupaten Banyuasin secara rasional suda pasti suda tertatah kesudahan bangunannya namun kenyataannya sekarang ini bagaikan lautan tak bertepi, saya rasah tidak butuh orang pintar dan intelektual anak tamat SMP saja memimpin Banyuasin ini suda pasti lebih baik dari pada pemimpin2 terdahulu. pendapatan daerah Kabupaten Banyuasin banya yang masuk kantong secara pribadi. Masuk kantong pribadi oknum pejabat pemkab Banyuasin itu sendiri.

Dengan ini atas nama Masyarakat Banyuasin Menggugat (MBM) (Di wilkum Polda Sumatera Selatan) Melaporkan Kondisi dan banyaknya Dugaan Penyalagunaan Wewenang serta Tindak KKN Selama Dua (2) Tahun Ir. SA. Supriono menjabat Bupati Banyuasin sudah tiga bagian wilaya banyuasin dilepas/Aset. Kabupaten Banyuasin merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin yang terbentuk berdasarkan UU No. 6 Tahun 2002. Luas: 11.833 km² .

Sebenarnya modus dan isu yang dimainkan ini tergolong naif suatu cara untuk menghilangkan hak-hak masyarakat adat dan ulayat (modus kejahatan) karena kita sama2 ketahui Syarat yang paling mendasar pemekaran salah satu wilayah adalah Batas kepastian wilaya hukum yang disepakati oleh kedua daerah yang berbatas dan di SK kan oleh Mendagri sebagai perpanjangan tangan Presiden. .

Bayangkan Zaman Kolonial belanda saja masala tapal batas tidak pernah bermasalah dan pada saat Kabupaten Banyuasin yang dulu Kab, Muba juga tidak ada masalah kok", Sekarang ini zaman sudah maju produk digital sudah canggih ada yang nama GPS dan semacamnya’ timbul masalah kan lucu.. Ini suatu ancaman bagi bangsa dan negara kesatuan republik indonesia (NKRI) kita wajib mempertahankannya. Bargaining Kasus KKN Pembangunan PDAM TB Menghantarkan Ir. SA. Supriono menjadi Penguasa Kabupaten Banyuasin
http://www.tribunus.co.id/2018/04/bargaining-kasus-pembangunan-pdam.html?m=1

Pusat Pendidikan (Pusdiklat) Maitreya Sriwijaya untuk Agama Budha dan Vihara Terbesar di Asia diatas lahan seluas 621.987 M2 (62.H) Sedang di bangun oleh PT.MCL di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Yang sumber pendanaannya langsung dari taiwan Peresmian peletakan batu pertama diresmikan Bupati Banyuasin Ir. SA. Supriono dan dihadiri Mr Chu,Wen dari Cina Taiwan Pembangunan Pusdiklat Maitreya dan Vihara Untuk Agama Buddha ini harus meroboh dan memindah kan Satu Masjid dan satu Mushola tempat warga melaksanakan Ibadah Sholat dan kegiatan agama lainnya. Masjid dan Mushola sudah cukup lama berdiri disana, hal ini memicu konflik horizontal antar umat beragama.
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/15/ada-5-tanda-kebangkitan-paham-komonisme-pki/?preview=true

Ancaman bagi NKRI
Politik Cina Untuk menguasai Indonesia. Diperkirakan Berdaya tampung 10.000 sampai 15.000.Orang, Lokasi ini akan tersambung ke Perumahan Elit Green City Palembang Sumatera Selatan.
http://www.tribunus.co.id/2018/09/pemberian-imb-oleh-ir-ra-supriyono-bisa.html?m=1

Yang kita ketahui tiga aset yang dijual itu ialah :
1. Lahan tidur/persawahan di Kecamatan Rantau Bayur (OI,Muara Enim).
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/10/kawasan-hutan-dan-fungsinya-kabupaten-banyuasin-sumatera-selatan/?preview=true

2. Tegal Binangun. masuk Kotamadya Palembang. http://palembang.tribunnews.com/2017/11/29/diberi-waktu-3-hari-tegal-binangun-masuk-palembang


3. Wilaya Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten banyuasin.. menjadi kota madya palembang

http://talangbuluh.desa.id/profil/
http://petisi.co/himba-minta-aparat-selidiki-dugaan-gratifikasi-perizinan-pusdiklat/

PP 23 TH 1988 tentang batas wilayah. SKBM 8 dan 9 TH 2006 Tentang Pendirian tempat ibadah. UU 41 TH 2004 pasal 40 dan PP 42 TH 2006 Tentang pengalihan tanah wakaf,” 

Segala upaya secara Administrasi dan prosedur suda kita lakukan dan penuhi sepertinya Semangat Pemuda dan melitha Urang Banyuasin..!! dipertentangkan kita sudah sepakat tidak akan tunduk pada pemerintah yang zalim ... Ayo Saudara saudara kuu. Bangun kita akan melawan kezaliman https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/09/dua-tahun-ir-sa-supriono-pasca-menjabat-bupati-banyuasin-sumatera-selatan/?preview=true

Selama ini bercokol bak drakula penghisap darah durjana di tana sedulang setudung ini.
Bertujuan :
1. hak ulayat tidak diakui.
2. perkebunan kelapa sawit dibangun tanpa izin dari pemerintah;
3. informasi tidak diberikan kepada komunitas;
4. kesepakatan tanpa perundingan;
5. pemuka adat dimanfaatkan untuk memaksakan penjualan tanah;
6. pembayaran kompensasi tidak dilakukan;
7. keuntungan yang dijanjikan tidak diberikan;
8. kebun untuk petani tidak dibagikan atau dibangun;
9. petani dibebani dengan kredit yang tidak jelas;
10. AMDAL terlambat disusun;
11. lahan tidak dikelola dalam waktu yang ditentukan;
12. penolakan masyarakat diredam melalui kekerasan dan pengerahan aparat; dan
13. terjadi pelanggaran HAM serius. (Marcus, dkk, 2006)
http://www.tribunus.co.id/2018/02/akibat-tanggul-pt-sal-dua-desa.html?m=1

http://medianusantaranews.com/desak-kajari-usut-dugaan-pejabat-main-mata-dengan-pt-saj/

http://www.halosumsel.com/lsm-mbm-desak-kajari-usut-dugaan-pejabat-main-mata/

https://tribunus-antara.com/2018/04/03/bpn-dan-polda-sumsel-berkomitmen-kembalikan-hak-ulayat-adat.html

https://id.scribd.com/document/376359000/Kemendagri-Aksi-RAN-PK1

https://id.scribd.com/document/376359983/Perbup-157-Tahun-2016

Dari tiga titik yang aset yang dilepas tersebut ini semua ada keterkaitan satu sama lain Agenda 5 tahun KE-Depan. Yakinlah di tiga titik ini ada keterkaitannya gerbang masuk, penampungan, dan pembiayaannya. Jujur selama ini saya tidak percaya saya fikir isu belaka setelah terungkap masalah Pusdiklat maitreya sriwijaya ini baru saya percaya ini tidak main main Ancaman bagi bangsa dan Negara kita ini.

https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/11/pasca-dua-tahun-ir-sa-supriono-menjabat-bupati-banyuasin/?preview=true.

Dugaan KKN Pasca Dua Tahun Ir. SA. Supriono Menjabat Bupati Banyuasin :
Diduga Keras Sumber pendanaan dari Setiap (5) Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin Sumsel Periode 2018-2023 dari hasil KKN tahun Anggaran 2017-2018 APBD Kabupaten Banyuasin.
a.http://petisi.co/hutang-pemkab-banyuasin-kepada-kontraktor-mencapai-rp-90-m/
b. Hutang Pemkab Banyuasin kepada pihak ke 3 Senilai Rp 170.M
http://www.tribunus.co.id/2018/06/aleh-aleh-piradprd-banyuasin-boyong.html
c. Dana Aspirasi,Pira 45 DPR Tahun 2017-2018… 1,5 M X 45 Anggota DPR :
http://petisi.co/semua-pihak-diminta-ikut-mengawasi-keuangan-kabupaten-banyuasi
d. Dana Desa bersumber dari APBD Banyuasin Tahun anggaran 2017 yang merupakan janji politik Mantan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dan ini sudah masuk di dalam Peraturan Daerah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah RPJMD Kab Banyuasin Rp 400.000.000 X 304 desa :Rp… Setiap desa Se Kabupaten Banyuasin.
e. http://www.tribunus.co.id/2018/04/kebablasan-anggaran-titipan-pemegang.html?m=1
Tiga tahun Pembangunan jembatan Mangkrak Kebablasan Anggaran Titipan Pemegang Kekuasaan, Pembangunan Proyek Jembatan Rantau Bayur Mangkrak.
f. Kemungkinan besar pilkada Kab Banyuasin Sum-Sel di dalangi oleh sala seorang Anggota DPR RI, PT.AMML, PT. R6B dan PT. SAP (Surya Agro Persada). Diduga Hasil lobei Balter Lahan perkebunan Di wilayah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/10/kawasan-hutan-dan-fungsinya-kabupaten-banyuasin-sumatera-selatan/?preview=true
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/14/penyalagunaan-wewenang-pasca-dua-tahun-ir-sa-supriono-menjabat-bupati-banyuasin/

PT. AMML PT. R6B dan PT. SAP
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/09/tanah-parit-pengairan-persawahan-seluas-600-hektar/?preview=true

Demikian lah surat laporan ini kami buat dengan kondisi apa adanya sesuai dengan Apa yang kami temukan semoga masalah ini dengan sesegera mungkin diproses dengan hukum yang berlaku dan berkualitas tidak mengikuti budaya para penegak hukum yang lagi trend saat ini.

I. KONDISI UMUM WILAYAH BANYUASIN
1.1. Letak Geografis
Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan selain secara geografis mempunyai letak yang strategis yaitu terletak di jalur lalu lintas antar Provinsi juga mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Kabupaten Banyuasin terletak antara 1,30 – 40 Lintang Selatan dan 1040 40’ – 1050 15’ Bujur Timur. Kabupaten Banyuasin mempunyai wilayah seluas 11.832,99 Km2 dengan kepadatan penduduk yaitu 64,44 jiwa/km2. Terbagi menjadi 17 kecamatan, 288 Desa dan 17 Kelurahan. Jumlah penduduk berdasarkan data BPS tahun 2011 berjumlah 762.482 jiwa dengan komposisi jumlah penduduk laki-laki 389.907 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebesar 372.575 jiwa. Secara administrasi Kabupaten Banyuasin berbatasan langsung dengan : Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi Propinsi Jambi dan Selat BangkaSebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Sebelah Barat : Berbatasan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Sebelah Selatan : Berbatasan dengan kabupaten Ogan Komering Ilir; Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

Kondisi letak geografis Kabupaten
Kawasan Hutan dan Fungsinya
Kawasan hutan Kabupaten Banyuasin luasnya mencapai 555.238,15 Ha atau sekitar 40% dari total luas Kabupaten Banyuasin. Kawasan hutan tersebut didominasi oleh Taman Nasional Sembilang seluas 211.678,02 Ha. yang telah ditetapkan menurut Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 95/Kpts-II/003 tanggal 19 Maret 2003 serta jenis kawasan lainnya berupa kawasan hutan lindung, kawasan hutan produksi, kawasan hutan konservasi, dan hutan yang terdapat di kawasan suaka alam berupa suaka margasatwa.
Tabel 6. Kondisi penutupan hutan dan degradasi lahan di Kabupaten Banyuasin Tahun 2010



Kecamatan
Luas Wilayah   (Ha)
Daerah Berhutan
Lahan Kritis
Degradasi (%)


Ket
Banyuasin I
70.138
-
31.664,95
45,15

Banyuasin II
268.128
282.669
41.929,81
15,64

Banyuasin III*
87.417
613
27.880,02
31,89
Kec. Induk
Sembawa*

Betung’
79.400
8.720
28.439,33
35,82
Kec. Induk
Suaktapeh’

Makarti Jaya
67.604
5.153
8.577,33
12,69

Muara Padang
70.220
102.251
46.797,09
66,64

Muara Telang
115.006
5.254
6.602,58
5,74

Talang Kelapa
55.776
13.792
19.997,96
35,85

Pulau Rimau
53.296
44.097
21.665,06
40,65

Rantau Bayur
59.300
0
22.308,38
38,12

Rambutan
62.455
3.112
36.899,63
59,08

Tungkal Ilir
41.209
-
24.881,84
60,38

Tanjung Lago
61.776
-
25949,28
42,00

Muara Sugihan
53.539
-
9.251,02
17,28

Air Saleh
38.035
-
435,90
1,14

JUMLAH
1.183.299
465.661
353.579,91
29,88

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

4.1.  Pengelolaan Hutan Produksi Kabupaten Banyuasin mempunyai hutan produksi yang berpotensi sebagai penghasil kayu yaitu berupa kayu bulat dan olahan yang telah dipasarkan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di tahun 2009 hasil produksi kayu tersebut mencapai 109.230.610 m3.
Tabel 7.  Hutan Produksi Kabupaten Banyuasin
No.
Kawasan Hutan Produksi
Lokasi
Luas (Ha)
1
Lalan
Kecamatan Banyuasin II
74.467
2
Kemampo
Kecamatan Banyuasin Iii
613
3
Muara Sugihan
Kecamatan Muara Sugihan
3.430
4
Guci
Kecamatan Betung
620
Total
79.130
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010


Tabel 8.  Hutan Produksi yang dapat di konversi Kabupaten Banyuasin
No.
HPK
Lokasi
Luas (Ha)
1
Tanjung Lago
Kecamatan Talang Kelapa dan Tanjung Lago
6.907, 86
2
Air Senda Air Limau
Kecamatan Pulau Rimau dan Tungkal Ilir
8.467
3
Bertak
Kecamatan Pulau Rimau dan Tungkal Ilir
32.513
4
Muara Telang
Kecamatan Muara Telang
1.448
5
Gelumbang
Kecamatan Rantau Bayur
5.554
Total
54.889,86
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010


4.2   Rincian Data Kawasan Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK)
    Tabel 9.  HPK TANJUNG LAGO 12.988 Ha yang lama / 6.907,86 Ha yang baru
NO
Pemanfaatan
Luas (Ha)
Keterangan
1
PT. SIP
2.269
P
2
PT. NIP
2.290,36
P
3
PT. Sutopo
1.520,78
P
4
Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman
6.907,86
-
    Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

    Tabel 10.  HPK AIR SENDA- AIR LIMAU   : 8.467 Ha
NO
Pemanfaatan
Luas (Ha)
Keterangan
1
PT. SAL
4.016
IP
2
PT. RBN
2.101
IP
3
Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman
6.117
-
    Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

    Tabel 11.  HPK BERTAK    : 32.513 Ha
NO
Pemanfaatan
Luas (Ha)
Keterangan
1
PT. HINDOLI
9.474
-
2
Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman
23.039
-
    Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

    Tabel 12.  HPK MUARA TELANG :    1.448 Ha
NO
Pemanfaatan
Luas (Ha)
Keterangan
1
Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman
1.448
-
    Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

    Tabel 13.  HPK GELUMBANG  :     5.554 Ha
NO
Pemanfaatan
Luas (Ha)
Keterangan
1
PT. AMML
4.000
IL
2
Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman
1.000
-
    Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

























































Tabel 4.  Kondisi eksisting hutan di Kabupaten Banyuasin, 2011

No
Kawasan Hutan
Luas (Ha)
Lokasi
1
Hutan Lindung
68.988,66
Pulau Rimau, Telang, Upang, Saleh Barat I, Saleh Barat II, Muara Saleh.
2
Hutan Produksi
69.899,59
Lalan, Kemampo, Muara Sugihan, Guci.
3
Hutan Konservasi
65.991,59
TN, Sembilang, SMS Bentayan,, SMS Sugihan
4
Suaka Marga
79.837,15
Tanjung Lago, Air Sendan Air Limau, Bertak, Muara Telang, Gelumbang.
5.
Taman Nasional
211.678,02
Banyuasin II
6.
Taman Nasional Laut
58.236,52
Banyuasin II
7.
Taman Wisata Alam
606,59
Rantau Bayur
Total
555.238,15

Sumber : RTRW Kabupaten Banyuasin, 2011 - 2031

Gambar 2 : Peta Kawasan Hutan Kabupaten Banyuasin

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012.

5. Luas Areal Potensi Kehutanan Menurut Kecamatan di  Kabupaten Banyuasin, 2011

No.
Kecamatan
Luas Areal (Ha)
Hutan
Lindung
Hutan
Konservasi
Hutan Produksi
Hutan Produksi yang
dapat dikonversi
1
Rantau Bayur



5.554,00
2
Betung


620

3
Suak Tapeh




4
Pulau Rimau
10.585


8.467,00
5
Tungkal Ilir

6.196

32.513,00
6
Banyuasin III


613

7
Sembawa




8
Talang Kelapa




9
Tanjung Lago



6.907,86
10
Banyuasin I




11
Rambutan




12
Muara Padang

58.840


13
Muara Sugihan
23.718

3.430

14
Makarti Jaya
2.616



15
Air Saleh
1.400



16
Banyuasin II
6.940
202.896
74.467

17
Muara Telang
12.370


1.448,00
Jumlah/Total
57.629
267.932
79.130
54.889,86
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin 2010
a. Kawasan Hutan Lindung;
Total luas rencana pengembangan Hutan lindung di Kabupaten Banyuasin 62.269,25 ha. Persebaran kawasan hutan lindung di Kabupaten Banyuasin meliputi Kecamatan Air Salek, Banyuasin II, Makarti Jaya, Muara Sugihan, Muara Telang, Tanjung Lago, Sumber Marga Telang.

Tabel 6.  Rincian rencana pengembangan kawasan hutan lindung       
                 Di Kabupaten Banyuasin, 2011

Perubahan Kawasan Hutan Lindung (Ha)
Nama Kawasan
Pengurangan Luasan HL
Nama Kawasan
Penambahan Luasan HL
Hutan Lindung Pantai Telang
4.545,75
Air Upang
497,18
HL Pantai Telang
180
Saleh Barat I
1.394,16
HL Muara Saleh
3.885

Total
8.610,75
Total
1.891,34
Total kawasan hutan lindung
68.988,66 - 8.610,75 + 1.891,34 = 62.269,25
Sumber :  Usulan Perubahan Hutan, 2011

Tabel 7.  Luasan Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Banyuasin,
                Tahun 2011

No
Kecamatan
Luasan (Ha)
1.
Air Salek
1.731,57
2.
Banyuasin II
27.356,40
3.
Makarti Jaya
4.922,54
4.
Muara Sugihan
23.230,19
5.
Muara Telang
660,22
6.
Tanjung Lago
4.339,95
7.
Sumber Marga Telang
28,38

Total
62.269,25
Sumber : Hasil Rencana,2011


b.  Kawasan Hutan Produksi
Kawasan hutan produksi yang terdapat di wilayah Kabupaten Banyuasin hanya berupa kawasan hutan produksi tetap (± 68.393,37 Ha). Kawasan hutan produksi ini pengembangannya berlokasi di wilayah Kecamatan Banyuasin II yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Sembilang

Tabel 8. Usulan Perubahan Hutan Produksi yang dikonversi
Nama Kawasan
FUNGSI
Luas (Ha)
Awal
Usulan
HPK Tanjunglago
HPK
APL
11.295,97
HPK Air Senda Air Limau
HPK
APL
1.469,59
HPK. Bertak/Sungai Lilin
HPK
APL
40.525,29
HPK Gelumbang
HPK
APL
7.491,00
Total


60.781,85

    Sumber : Usulan Perubahan
Keterangan: APL = areal penggunaan lain

Pengelolaan Hutan Produksi
Tabel 9.  Hutan Produksi Kabupaten Banyuasin, 2010

No.
Kawasan Hutan Produksi
Lokasi
Luas (Ha)
1
Lalan
Kecamatan Banyuasin II
74.467
2
Kemampo
Kecamatan Banyuasin Iii
613
3
Muara Sugihan
Kecamatan Muara Sugihan
3.430
4
Guci
Kecamatan Betung
620
Total
79.130
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Tabel 10.  Hutan Produksi yang dapat di konversi Kabupaten Banyuasin

No.
HPK
Lokasi
Luas (Ha)
1
Tanjung Lago
Kecamatan Talang Kelapa dan Tanjung Lago
6.907, 86
2
Air Senda Air Limau
Kecamatan Pulau Rimau dan Tungkal Ilir
8.467
3
Bertak
Kecamatan Pulau Rimau dan Tungkal Ilir
32.513
4
Muara Telang
Kecamatan Muara Telang
1.448
5
Gelumbang
Kecamatan Rantau Bayur
5.554
Total
54.889,86
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.