Pesan Ketua IPWL Eklesia Jesica Di Puncak Gunung Wilis Acara Hiburan Rakyat TMMD Kodim Kediri



KEDIRI,TRIBUNUS.CO.ID - Gerah akan peredaran narkoba yang mulai menyasar di desa-desa, Ketua IPWL Eklesia, Jesica Yenny Susanty menjelaskan secara gamblang peran IPWL ditengah-tengah warga Kediri. Hiburan rakyat bergenre Campursari yang merupakan agenda TMMD Kodim 0809/Kediri dan diadakan di rumah Kepala Desa Jugo ini, dijadikan sasarannya, sekaligus menarik animo ratusan warga Desa Jugo untuk mendengarkan langsung apa itu IPWL dan bagaimana peran IPWL, khususnya di Kediri, sabtu (10/11/2018)

IPWL, Jesica menjelaskan, instansi ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI dan dalam aktifitas kesehariannya disupport Kementerian Sosial RI. IPWL bisa bekerjasama dengan siapa saja, termasuk dengan Babinsa atau Babinkamtibmas guna merehabilitasi orang-orang yang diketahui menggunakan narkoba.

“Keberadaan IPWL ini untuk merehabilitasi pengguna atau pecandu narkoba. Kita akan berusaha menyadarkan para pengguna atau pecandu narkoba agar tidak lagi memakai narkoba. Ada banyak cara yang kita lakukan, cara-cara ini dilakukan dengan pendekatan,” ungkap Jesica.

Laporan pengguna atau pecandu narkoba, IPWL dengan tangan terbuka bersedia merehabilitasi anggota keluarga. Tidak hanya laporan saja yang diterima, bagi mereka yang ingin sadar dari ketergantungan obat-obatan terlarang tersebut, bisa langsung datang ke kantor IPWL.

“Menggunakan atau memakai narkoba, sama halnya kita memastikan masa depan yang suram, badan kita juga rusak. Ada bagian-bagian tubuh yang akhirnya tidak normal dan ini sangat membahayakan. Narkoba bukan untuk dijadikan kawan, tetapi menjadi musuh besar kita,” ujar Jesica.

Ia memastikan, setiap pengguna atau pecandu narkoba yang datang dengan sukarela atau berdasarkan laporan dari pihak keluarga atau tetangga, tidak akan dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Penyembuhan, Jesica meyakininya, bila semua pengguna atau pecandu narkoba ada niat untuk keluar dari jerat obat-obatan terlarang tersebut.

“Disini orang tua sangat berperan, mengawasi gerak gerik anak-anaknya yang mencurigakan, jangan-jangan anak-anaknya menggunakan atau memakai narkoba. Bila diyakini kebenaran anak-anaknya menggunakan narkoba, segeralah datang ke IPWL, kita siap merehabilitasinya,” sambungnya.

Ciri-cirinya, bisa diawali dengan minta uang terus menerus kepada orang tua, bisa jadi uang itu dipergunakan untuk membeli narkoba. Ciri-ciri lainnya, menurut Jesica bisa dilihat gerak-geriknya yang agak keblinger atau diluar kewajaran. Bisa jadi, keblingeran itu disebabkan oleh narkoba.

Ia berpesan ,”Jangan sekali-kali mencoba atau menyentuhnya, ini dampaknya pada masa depan, sekali menyentuh, kita besar kemungkinan akan mengkonsumsinya. Kalau kita sudah mengkonsumsinya, masa depan kita berada di ujung tanduk.”.
(pendim 0809 kediri)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.