-->

Ini Fakta Mencengangkan Dibalik Fakta Maling Motor Di Lumajang Yang Hampir Dibakar Hidup-Hidup



LUMAJANG, POLRES LUMAJANG, POLDA JATIM - . Setelah beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Sabtu, 23 Februari 2019 warga Lumajang digegerkan dengan beredarnya kabar hampir dibakarnya dua orang pelaku pencurian motor warga di wilayah Desa curah petung Kec. Kedungjajang Kab. Lumajang, ternyata terdapat beberapa fakta yang cukup mencengangkan dibalik kedua pelaku tersebut

Pasalnya kedua pelaku yang masing masing bernama Rusan (31 th) beralamat di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah dan Rusen (33 th) yg juga beralamat di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah ini adalah kakak beradik. Dalam catatan Kepolisian, keduanya juga telah tersangkut beberapa kasus kriminal

Rusan sendiri telah melakukan aksi kriminal, diantaranya adalah kasus pencurian ayam di tangani polsek Randuagung (th 2009) dan dihukum penjara 7 bulan, selanjutnya adalah kasus pencurian Sapi di tangani Polres Lumajang (th 2011) dan dihukum penjara selama 8 bulan, serta yang terakhir adalah kasus membawa Senjata Tajam (Clurit) yg mana ditangani polsek Klakah (th 2014) dan dihukum penjara 7 bulan. Seluruh kasus tersebut dipenjara di Lapas Lumajang.

Sedangkan sang kakak, Rusen baru melakukan aksi kriminal sebanyak satu kali yakni kasus pencurian ayam dan di tangani Polsek Klakah tahun 2014, serta harus merasakan dingin nya bui selama 6 bulan di Lapas Lumajang

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengapresiasi ketanggapan dari warga sekitar yang langsung bergerak berusaha menangkap pelaku pencurian motor tersebut. “Saya sangat mengapresiasi dari warga, dimana setelah mendengar minta tolong dari korban langsung merapat dan berusaha mengejar para pelaku. Ini adalah wujud nyata dari warga Indonesia yang tak melupakan nilai gotong royong dalam butir butir pancasila, untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata” ucap Arsal.

Namun demikian, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini juga menyayangkan kebrutalan dari warga dengan menghajar pelaku hingga babak belur hingga akan membakarnya hidup hidup. “Tetapi, sayangnya rasa gotong royong tersebut berujung anarkisme.  (hum)

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama