Irdam IX/Udayana Tutup TMMD Ke 105 Kodim Klungkung, Apresiasi Partisipasi Warga





Klungkung, tribunus.co.id  - Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke 105 Kodim 1610/Klungkung di Desa Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung resmi ditutup oleh Inspektur Kodam (Irdam) IX/Udayana Kolonel Kav Taufik Budi Santoso, Kamis (08/08) bertempat di Lapangan Pau, Banjarangkan, Klungkung.

Pada kesempatan tersebut Irdam IX/Udayana mewakili sekaligus membacakan amanat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P.

Dalam amanatnya Pangdam mengatakan berbagai sasaran kegiatan yang telah selesai dilaksanakan dalam TMMD kali ini, terdiri dari sasaran fisik dan non fisik. Untuk sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur atau sarana prasarana yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk membuka isolasi  suatu daerah terpencil seperti pembukaan jalan baru, perehaban tempat ibadah dan rumah tidak layak huni, pembuatan bak penampungan air, MCK dan fasilitas umum lainnya sedangkan untuk kegiatan non fisik diarahkan dalam rangka mendorong tumbuhnya inovasi kreatifitas masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam membangun daerah menuju kehidupan sosial yang lebih maju, sejahtera dan mandiri.

Sasaran non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan yang sangat penting untuk menggugah dan memupuk komitmen persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu saat ditanya sejumlah awak media, Irdam IX/Udayana mengatakan, TMMD merupakan kegiatan yang bersinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Klungkung dan masyarakat.

Irdam mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang berjalan lancar dengan target sasaran yang dikerjakan tercapai dengan baik dan maksimal.

Secara khusus Irdam mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam bergotong royong dan adanya kerelaan untuk menyerahkan tanah milik warga dalam rangka pembangunan jalan.

Irdam berharap dan berpesan hasil TMMD kali ini dapat dipelihara kesinambungannya, ditingkatkan kualitas jalannya dari diperkeras menjadi diaspal, termasuk penyelesaian administrasinya bagi tanah yang sudah diserahkan untuk pembangunan jalan sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Sementara itu Sekretaris Daerah Klungkung Gede Putu Winastra mengatakan Pemerintah Kabupaten Klungkung sangat berterima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan TMMD Ke 105 di Desa Nyanglan.

TMMD telah memberikan banyak hal yang sangat positif dalam penyiapan infrastruktur yang dibutuhkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sekda kegiatan non fisik dalam berbagai bentuk penyuluhan juga mampu untuk  membangun wawasan kebangsaan masyarakat dan berbagai pengetahuan lainnya.

Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon sesaat sebelum pelaksanaan upacara penutupan, dalam paparanya mengatakan, TMMD  merupakan proses buttom-up dimana merupakan usulan dari masyarakat yang dutindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten  Klungkung bekerja sama dengan TNI dalam hal ini Kodim 1610/Klungkung.

Lebih lanjut dijelaskan, pengerjaan sasaran utama yang dilakukan adalah dengan pembangunan jalan sepanjang 2060 meter untuk menghubungkan dua desa yaitu Desa Nyanglan dengan Desa Tihingan. Termasuk di dalamnya membuka akses jalan menuju ke lokasi Air Terjun Tirta Tiyasa Udayana yang baru ditemukan kembali dalam pelaksaan TMMD ini.

Sebagaimana sudah diketahui sasaran yang dilaksanakan dalam TMMD kali ini yaitu sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisik antara lain pembuatan jalan, jembatan, talud, gorong-gorong, bedah rumah tidak layak huni dan pembuatan jamban.

Sementara sasaran non fisik dilaksanakan dalam 20 macam penyuluhan seperti bela negara, hukum, Narkoba dan toleransi kehidupan beragama yang melibatkan instansi terkait dan lomba-lomba yang bertemakan wawasan kebangsaan untuk menggugah semangat nasionalisme masyarakat.

TMMD ini memang dialokasikan selama 30 hari dari tanggal 10 Juli 2019 sampai dengan 8 Agustus 2019, namun demikian pengerjaan sasaran fisik diawali dengan pelaksanaan Pra TMMD yang dimulai sejak awal Bulan Juni 2019.

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan peninjauan sasaran TMMD seperti hasil pembangunan jalan, akses menuju Air Terjun Tirta Tiyasa Udayana dan  juga program bedah rumah tidak layak huni yang diberikan kepada I Nengah Jaga, warga Desa Nyanglan yang kesehariannya bekerja sebagi tukang angkut sampah di desa tersebut. (Penrem 163/WSA)

Artikel Terkait

1 komentar

Della mengatakan...

Dapatkan info tentang jejak sejarah, budaya dan misteri : DAMAR PANULUH NUSANTARA

Diberdayakan oleh Blogger.