Lagi, Pencurian Disertai Kekerasan Terjadi Di Kediri, Untung Saja Nyawa Korban Berhasil Diselamatkan



KEDIRI,TRIBUNUS.CO.ID - Tragedi pencurian disertai kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Kediri, kini kejadian itu dialami oleh Jumiah perempuan berusia (60) tahun warga yang beralamat di Jl. Brawijaya No.99 Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri yang hampir merenggut nyawanya.Minggu 18/8/2019).

Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri langsung bergegas melakukan pengejaran terhadap pelaku ,dan akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan di tkp.


Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton melalui Kasubbag Humas Polres Kediri IPTU Purnomo SH mengungkapkan "Petugas lansung melakukan pengejaran terhadap tersangka yang masih disekitar tkp  dan berhasil mengamankan tersangka beserta barang buktinya "

Tersangka ini diketahui bernama Juan Poltak Surbakti Bin Yusuf Surbakti pria berusia (28) warga asal Kel Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan"terang IPTU Purnomo.

Kejadian pencurian disertai kekerasan ini mengakibatkan korban hampir kehilangan nyawa lantaran leher korban sempat digorok menggunakan pisau oleh tersangka. Jelasnya kepada tribunus.co.id .


Kejadian ini bermula berawal pada hari Minggu sore 18 Agustus 2019 sekitar pukul 15:30 Wib ketika korban sedang mandi dikamar mandi.

Mengetahui kalau korban sedang mandi ,Tersangka langsung masuk kedalam rumah korban melalui pintu belakang yang tidak dikunci.
Setelah berhasil masuk, tersangka sempat makan mie goreng milik korban yang berada diatas meja dapur yang sudah siap makan.

Melihat korban sudah selesai mandi, tersangka bergegas sembunyi dikamar kosong dalam rumah korban agar tidak ketahuan korban.

Selanjutnya korban memakan mie yang berada di atas meja dapur  ,pada saat korban keluar dari kamar tidurnya ,tersangka kemudian bergegas sembunyi di dalam tempat sholat .

Saat korban mau sholat, korban kaget dan berteriak ,tersangka langsung membekap mulut korban dan memukul korban hingga terjatuh lalu membenturkan kepala korban kelantai hingga korban tidak sadarkan diri.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan tersangka untuk mengambil perhiasan yang terpasang ditangan korban dan menaruhnya diatas kursi depan televisi.

Belum puas dengan hasil curiannya, selanjutnya tersangka mengambil tas dompet isi uang dan handphone dikamar tidur korban dan menaruhnya jadi satu dengan perhiasan tersebut, tersangka selanjutnya mengunci kamar tempat sholat dan kamar tidur korban .

Tidak berselang lama kemudian ,ada suara orang yang datang memanggil manggil korban dan tersangka bertahan didalam rumah dan tidak keluar.

Tersangka lalu masuk lagi kedalam kamar tempat sholat melalui jendela dengan membawa pisau dapur. Rupanya korban terdengar masih bersuara mengerang kesakitan ,tersangka lalu membekap mulut korban menggunakan sajadah dan menusuk leher korban menggunakan pisau dapur.

Diwaktu bersamaan, ada tiga orang kembali mencari korban dan menanyakan kepada tersangka , tersangka mengaku tidak mengetahui keberadaan korban dan mengatakan korban sedang pergi.

Setelah beberapa orang yang mencari korban tadi pergi, tersangka kembali masuk kedalam kamar tempat sholat dengan membawa pisau dapur, mendengar korban masih bersuara mengerang kesakitan tersangka kembali menusuk dan menggorok leher korban menggunakan pisau dapur tersebut.

Melihat ada warga berdatangan tersangka keluar melalui jendela dan menemui warga berpura pura tidak mengetahui keberadaan korban ,tersangka lalu mengambil uang dan handphone dalam tas dompet ,sedangkan perhiasan tidak diambil dikarenakan perhiasan tersebut sudah diketahui warga.

Warga curiga dengan korban yang tidak ada kabar suaranya sejak dipanggil panggil, lalu  warga membuka paksa pintu kamar tempat sholat dan menemukan korban masih hidup dalam keadaan bersimbah darah " Ungkap IPTU Purnomo menjelaskan kronologi kejadian tersebut



Masih kata IPTU Purnomo " Atas kejadian tersebut,selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti dilokasi kejadian diantaranya adalah Uang tunai sebesar Rp. 320 ribu  (milik korban disita dari tersangka, dua buah pisau dapur (digunakan untuk melukai korban) satu  buah kaos warna merah (milik tersangka), satu buah celana panjang warna hitam beserta ikat pinggang warna hitam (milik tersangka), satu buah jaket warna hitam (milik tersangka), satu buah topi warna merah (milik tersangka), satu buah HP merk Samsung warna putih, dua buah kunci, satu buah kunci gembok beserta gembok warna kuning merk HOLY, satu pasang mukena, satu buah sajadah/alas sholat (digunakan tersangka untuk membekap korban), satu buah sarung bantal, perhiasan berupa 3 buah cincin dan 4 buah gelang (milik korban)

Tersangka beserta barang buktinya saat ini sudah kami amankan di Mako Polres Kediri untuk menjalani proses pemeriksaan petugas lebih lanjut "pungkasnya.
(har)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.