Ribuan Warga NU Gruduk Kantor Walikota Probolinggo, Dukung Penutupan Tempat Hiburan Malam




Probolinggo, Tribunus.co.id
Ribuan warga NU Kota Probolinggo Jawa Timur gruduk Kantor Walikota setempat, melakukan aksi damai, mendukung atas tidak diperpanjangnya lagi ijin operasional (IJOP) tempat hiburan karaoke Pop City di jalan Dr.Sutomo dan 888 di jalan Suroyo oleh Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Ribuan warga NU tersebut diterima oleh Walikota Habib Hadi Zainal Abidin bersama Wakil Walikota HM Soufis Subri beserta para Asisten dan Kepala OPD di depan Sekretariat Kantor Walikota di jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, Senin (19/8/2019) sore.

Kepada Walikota, warga NU setuju dan mendukung langkah Walikota Habib Hadi Zainal Abidin, atas nama Pemerintah Kota Probolinggo yang telah mengambil kebijakan, tidak lagi memperpanjang IJOP tempat hiburan karaoke Pop City dan 888, yang dirasakan menimbulkan ke madharatan.

Dihadapan Walikota, ibu-ibu Muslimat mendukung langkah Walikota sembari menyerukan yel-yel "Pop City dan 888 sangat meresahkan warga kota Probolinggo. Penyakit masyarakat harus dituntaskan, harus dimusnahkan dari Probolinggo. Kita menginginkan Kota Probolinggo menjadi Kota yang aman, Kota yang nyaman dan Kota yang makmur"

Ditempat yang sama, PCNU Kota Probolinggo, melalui surat dukungan yang dibacakan oleh Ilyas, selaku Sekretaris PCNU, mendukung langkah Pemerintah Kota Probolinggo melakukan penghentian IJOP tempat karaoke Pop City dan 888.

Karena amanat para Kiai melalui surat PWNU Jawa Timur serta para Kiai di Kota Probolinggo yang mengharapkan agar kegiatan-kegiatan yang dapat merusak moral generasi bangsa, serta menjadi sumber ke madharatan hendaknya dihapus.

Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan warga NU tersebut, Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat ini menjadi komitmen, bersama masyarakat untuk mewujudkan kemaslahatan.

Apalagi, lanjut Hadi Zainal Abidin, kita melihat aksi ini, ibu-ibu muslimat dan semuanya yang hadir disini sudah meluangkan waktu. Ini menunjukkan bahwasannya mereka peduli terhadap ke madharatan yang terjadi.

"Mereka berharap Pemerintah terus isthiqomah untuk tidak memperpanjang IJOP tempat hiburan malam. Itu harapan mereka semua. Tentu saya apresiasi, bahwasannya apa yang mereka harapkan selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo," ujarnya.

Untuk itu kami atas nama Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen, demi untuk kemaslahatan tidak hanya Pop City dan 888 saja. Tetapi yang lain-lainnya juga akan kami selesaikan. Sehingga tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan ke madharatan di wilayah Kota Probolinggo ini. Walaupun ada pro dan kontra, ungkap Walikota yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Habib Hadi ini.

Dengan tidak kami perpanjangnya lagi IJOP tempat hiburan karaoke, tambah Walikota Habib Hadi, apabila ada gugatan, ya silahkan saja. Tapi masyarakat nanti yang akan dihadapi.

"Pemerintah hanya menjalankan aspirasi masyarakat. Dalam usaha tentu harus melihat kondusif. Kalau tidak kondusif gak mungkin mereka melakukan usahanya. Insys Allah mereka akan membaca itu semua," tandas orang nomor satu di Kota Probolinggo ini. (Singgih).

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.